Takkan pernah habis cerita
tentang masa sekolah. Masa jahilliyah dalam kekelaman kisah ababil. Saat
pikiran lebih didominasi ke-alay-an dan ke-absurd-an daripada pikiran-pikiran
elegan, masa dimana kata “k3ReN” lebih cantik daripada keren sendiri. Ketika PR
adalah sebuah kewajiban dikerjakan di kelas sebelum bel berbunyi. Masa-masa dimana saat saya masih kurus. Iya,
SAYA KURUS.
Semua terasa
hina, iya, karena hanya hal-hal yang buruk itu yang sanggup buatku tergugah
menulis ini. Karena kenangan indah kadang tercipta dari sebuah kebodohan. Iya,
betul sekali, BODOH! Apa kabarnya kalian
sekarang? Dimana kalian sekarang? Masihkah kalian mengingatku? Masihkah kalian
ingat kebodohan kita itu? Ataukah kalian masih menjadi pribadi yang
terperangkap dalam kebodohan dalam arti yang lain? Kalau iya, selamat! Kalian
belum kehilangan kesenangan kalian. Tapi hidup ini bukan sekedar cari
kesenangan, kebahagiaan akan lebih bak dari kesenangan.
Ini sekedar
goresan kerinduanku pada kalian semua temanku, aku tak pandai berpuisi. Anggap
saja ini sebuah surat pendek sebagai ungkapan rasa sayang dan rinduku pada
kalian semua. Kenapa harus ditulis di blog? Iya, biar semua orang tau kita
pernah bodoh, kita pernah alay. Dan berkat kebodohan-kebodohan itulah kita secara
tidak langsung berhasil menanamkan bibit hipertensi pada lawan bicara kita.
Jika kalian berharap aku menulis surat satu per-satu, terus aku kirim ke rumah
kalian masing-masing disertai sebuah souvenir berupa gadget terbaru tentu aku
tak mampu. Hitung saja, misalnya kalian tinggal di Jakarta, maka ongkos
kirimnya Rp. 20.000,-. Mahal beud~
Seberapa
bermaknanya tulisan ini semua tergantung kadar keimanan kalian sendiri. Dan aku
dari sini sangat tidak menganjurkan kalian bertingkah bodoh kembali. Alay
boleh, tapi harus punya pikiran lebih elegan ya! Udah bukan waktunya main-main,
‘kan? Selagi hari kita masih siang, jangan sia-siakan itu. Aku harap kalian
semua akan selalu dalam lindungan Allah, selalu diberikan jalan yang mudah, dan
apa yang kalian semogakan akan segera tersemogakan. Oh iya, satu lagi! Kalau
kalian nikah, undang-undang yaaaaaa..... Dan buat kalian yang udah nikah,
semoga kalian bahagia. Amien!
Oke, gitu aja
goresan kecilku ini. Sukses selalu buat kalian semua!
Peluk rindu,
Wahyu Arie Prasetyo.