Di pagi yang cerah ini, gue cuma pengen iseng nulis aja. Awalnya kemaren gue lagi komporin temen yang katanya pernah suka, terus deket-deketan lagi. Langsung pada teriak "CLBK!" Kebetulan gue seneng antimainstream, jadi gue teriak spontan "Cinta Lama Belum Keturutan!" Tapi sepertinya itu bumerang buat gue. Pun gue inget sama nama-nama lama yang pernah singgah di hatiku, untuk selanjutnya disebut sebagai 'Mantan Calon Pacar'. Percayalah, pihak yang gue sebut sebagai mantan calon pacar ini akan lebih sulit dilupain daripada mantan itu sendiri. Ya, walaupun mereka seperti upil. Maksud lau? Jadi gini, mantan calon pacar itu seperti upil karena kadang mereka ada, kadang juga tidak. Kaya upil di hidung 'kan? Nah, kalau dalam keadaan (sorry) basah, bakal lebih lengket. Jadi, kalau kepikiran mantan calon pacar bakal lengket terus di hati. Sorry, jorok. Kebetulan aja.
Kalo ditanya berapa mantan calon pacar gue? Haruskah gue jawab 'WOW?' Tak dalam angka yang normal, untuk selanjutnya kita sebut saja banyak. Tapi, dari sekian banyak nama, ada satu yang takkan terlupa. Dialah, Gabela. Hikkss.. Mulai deh gue mewek, dasarnya gue emang gampang mewek sih. Nonton Film Kambing Jantan aja gue bisa trenyuh. Apalagi keinget Gabela?
Gue nulis ini juga karena pernah baca tulisan di blog INI. Apa isinya? Itu curhatan seorang anak SMP tentang perasaannya kepada seorang gadis bernama Cindy, atau tepatnya Cindy Yuvia. Atau biasa kita kenal dengan nama Yupi 'JKT48'. Gue pas baca itu jadi keinget aja sama Gabela ini, ceritanya hampir sama. Si anak di blog tersebut udah lama suka sama si Cindy, tapi sepertinya kurang dapat respon. Gue ga tau sih akhirnya mereka jadian apa nggak, tapi yang jelas si Cindy sekarang udah jadi artis yang ada aturan "Dilarang Pacaran." Semoga mereka akan saling mengerti lah.
Seperti yang gue tulis di atas, ceritanya mirip sama perasaan aku ke Gabela. Aku juga sempet bikin Mini Blog, isinya tentang perasaanku ke Gabela dalam bentuk bualan-bualan puisi hina. Gue juga sempet bikin grup fesbuk bertittle "GABELOVERS". Yes, gue positif mengidap migrain di punggung. Gue mulai merasa gila. Tapi apa? Respon dari Gabela GA ADA. Oke, setelah SMA, kami jarang kontak. Gue cuma bisa mantau dia dari fesbuk. Dan gue liat sekarang dia Alhamdulillah pake jilbab. Gue mau pingsan, gue paling susah berpaling dari gadis berjilbab.
Pas udah kerja, Alhamdulillah gue bisa beli BB. Gue beli yang seken, gue liat kontak-kontaknya. Any*ng! Ada kontaknya Gabela. Gue galau, mesti salto dulu atau bilang wow. Akhirnya gue milih bilang, "Yaelah, Bro. Pacar Orang."
Gue basa-basi chat dia, "Ini Gabela ya?" dia bales, "Iya!" Yes, kita memasuki Awkward Moment yang sangat menjengkelkan. Respon dia ga berubah, DINGIN! Badan gue mulai demam, terus gue kerokan gara-gara galau ini. Bayangkan saja, gue nembak Gabela ada kali 18 kali. Dia nolak berapa kali? 20 kali! Entah siapa di sini yang sakit. Tapi yang jelas, gue masih takhluk dari lo, Bel! Asal lo tau aja, cuma lo yang bisa buat rasa sayang gue awet. FYI, gue suka lo dari gue kelas 3 SMP, dan lo kelas 2 SMP.
Jadi gini aja ya omong kosong gue dalam bentuk kata-kata ini. Gue cuma pengen nulis tentang perasaan yang tersampaikan namun tak berbalas ini. Dan yang harus orang tau, paras emang pertama yang dilihat. Tapi selanjutnya sikap dan sifat yang akan membawamu lebih jauh. Contohnya sikap Gabela ini. Dia acuh sama gue, artinya dia orangnya berpendirian kuat. Sifat? Jelas dia baik. Meskipun dia acuh, tapi mampu jaga perasaan gue. Apalagi sekarang dia berjilbab. Kalau sebelum berjilbab dia bikin gue meleleh, sekarang bikin gue meleleh banget! Ya, gitu aja dah. Salam hangat saja untuk Gabela jika baca ini. Gue rasa gue emang bukan takdir lo. Doa gue aja, semoga lo dapat takdir yang benar-benar pemilik tulang rusuk yang kau bawa. Semoga lo tetep sehat, semoga lo makin bahagia.
Dari orang yang selalu mengingatmu,
ARIE.

