Apakah anda mulai pusing dan mual saat membaca judulnya? Ya, sebelumnya maaf jika judul artikel ini terlalu random, absurd, abstrack atau lainnya yang kurang mengenakkan. Bukan punya niat jahat dan buruk terhadap anda semua, tapi saya hanya berniat mengungkap hal yang sebelumnya anda anggap tabu menjadi hal yang layak diperbincangkan. Semua akan diungkap secara tajam, setajam kampret!
Sadar atau ga sih kalau WC itu tempat paling tenang di dunia? Ya, bahkan saking tenangnya WC bisa buat jomblo-jomblo tidur di dalamnya. Sebegitu berkharismakah WC hingga para makhluk seperti jomblo-jomblo ini bisa terbuai? It's a miracle!
Buku adalah jendela dunia. U know lah, itu kata-kata guru ataupun pujangga dalam menganggap kehebatan buku. Tapi, taukah kamu darimana author-author itu dapatkan inspirasinya? Kebanyakan pasti mereka akan menjawab "WC!" Jadi, jika buku adalah jendela dunia, maka WC adalah 'sumber' jendela dunia. Really? Of course! Sedikit banyak isi-isi buku yang kamu baca itu didapat ketika sang penulis itu lagi mules. Belum percaya? Coba deh kamu pas ke WC nyari inspirasi, pasti lebih gampang. Makanya, pas kamu ke WC usahakan kamu bawa buku catatan, HP, PC tablet, laptop, ataupun bawa PC beneran. Jadi, kamu bisa gampang catatnya. Nah, kalo perlu WC kamu dipasang internet, biar bisa kamu posting sekalian di Facebook, Twitter, atau Blog kamu! Udah nyoba? Tapi ga dapet inspirasi? #FreePukPuk aja buat kamu ya!
Ga jorok 'kan artikel ini? Emang ga niat jorok sih, tapi buka pikiran kamu-kamu aja. Masa ke WC ga ada hikmahnya? Kreatif dong! Jangan sukanya ngebahas yang udah mainstream. Jadilah yang pertama, bukan yang cuma tiru-tiru. Okesip, itulah yang dimaksud "The Miracle of WC." Jangan sepelekan apa itu WC, jangan ragu apa manfaat lain dari WC. My WC, My Inspiration.
Oh, iya. Satu lagi, lewat artikel ini aku juga mau mengklarifikasi kalo aku sama Shania Junianatha JKT48 cuma adek-kakak, ga lebih. Jadi tolong jangan bikin gosip yang tidak-tidak. Sekian dan salam #TerAurel!
*bonus gambar:
Sunday, October 21, 2012
Saturday, October 20, 2012
Dualisme Arti Jomblo Ngenes
Jomblo. Mungkin kata itu udah ga asing lagi di
kuping kalian-kalian semua. U know lah, artinya itu sesosok manusia yang hidup
di dunia ini sendirian tanpa seorang kekasih dan biasanya tergeletak begitu
saja di emperan hati cowok-cowok keren atau cewek-cewek cantik. Belum paham?
Singkat kata, jomblo itu seorang lajang. Atau nama kerennya fakir asmara, boleh
juga disebut sebagai single.
Jomblo itu satu-satunya spesies yang menyebut
hari dengan tepat. Mereka menyebut hari sabtu malam, bukan malam minggu.
Beberapa saat yang lalu, ada sebuah istilah jomblo ngenes. Lalu apa sih arti
jomblo ngenes itu? Se-ngenes apa sih? Se-ngeri apa sih? Markiba, mari kita
bahas! Cekidot!
Kebanyakan orang sih menganggap jomblo ngenes
itu sebagai jenis jomblo paling emejing. Kok bisa? Serius lu, Ndro? Jadi gini
ceritanya, jomblo ngenes itu biasanya mempunyai waktu 'terlalu' lama untuk
sendiri. Bukan kok mau semedi, tapi (maaf) ngga laku. Ngga laku? Iya, itu
istilah kasarnya. Bukan karena mereka ngga mau usaha, mereka adalah pejuang
yang sesungguhnya. Mereka pejuang yang bersih walau terlihat kucel, merekalah
pejuang yang anti korupsi. Dan mereka adalah pejuang-pejuang yang pantang
menyerah dalam memburu pasangan. Tapi ya itu lagi, belum beruntung.
#PukPukForJombloNgenes
Kebanyakan dari mereka juga mengganti
istilahnya menjadi "JONES." Keren gitu ya? Iyalah, itu semata-mata
agar mereka bisa berkamuflase menutupi status mereka. Selain itu, mereka
menggunakan istilah Jones itu agar mereka tidak termarjinalkan. Jadi intinya,
jomblo ngenes itu jomblo yang kasihan banget, cenderung memprihatinkan.
Nah, itu tadi arti jomblo ngenes secara
universal. Lalu arti jomblo ngenes buat aku sendiri itu apa? Tenang
saudara-saudaraku. Meskipun aku jomblo, ngenesnya aku belum masuk level itu.
Buatku, Jomblo Ngenes itu artinya "Jomblo Ngenteni Sendy." Artinya
apa, mblo? Artinya, Aku jomblo karena masih nunggu Sendy (JKT48) grade.
Muahahahahahahahaha... Serius lu, Ndro? Serius ga serius sih. Masih wajar aja
aku mikirnya, berapa ribu orang yang akan menyumbangkan sandalnya untuk
ditimpukin ke wajahku kalau itu terjadi? Tapi ya sudahlah, yang namanya cinta
itu memang buta, tapi aku ga buta. Siapapun nanti yang jadi pacarnya Sendy aku
ikhlas, se-ikhlas aku saat mencintai Sendy. :)
Hidup itu penuh cinta, dan cinta itu Sendy. Nah,
itulah dualisme arti dari "Jomblo Ngenes" versiku. Kalau menurut
kamu, seperti apa sih jomblo ngenes itu? Jangan malu jadi jomblo, banggalah
kamu kalau jadi jomblo. Visca Sendy! Visca Jomblo!
Saturday, October 6, 2012
CERPEN: Rasa Lama
Matahari mulai
menyapa dengan sedikit sadis, terlihat Rian menuntun sepedanya perlahan
memasuki halaman sekolah. Sekolah Rian memang mengharuskan setiap siswa untuk
tidak menaiki sepedanya saat memasuki sekolah. Rian memarkirkan sepedanya di
parkiran belakang kelas, lalu iya bergegas ke kelasnya. Saat melewati kantin,
Rian melihat ada seorang gadis bermata sedikit sipit, berkulit putih dengan
sedikit kemerah-merahan di pipinya, dialah Vera. Ada sedikit perasaan yang aneh
terjadi pada diri Rian, dia merasa seperti mulai jatuh cinta. Rian hanya
tersenyum-senyum sendiri, dia tak ingin orang-orang tahu tentang perasaannya.
Di kelas pun dia merasa sedikit tak tenang.
Hingga akhirnya
waktu pulang tiba, Rian buru-buru pulang sambil berharap Vera sudah ada di
depan sekolah. Dan benar saja, saat itu Vera sudah ada di depan sekolah. Rian
tak berani mendekat karena dia hanya membawa sepeda, bukan motor seperti
kebanyakan temannya yang lain. Rian pun mengurungkan niatnya, dia lalu pulang
sambil tersenyum kecut.
Dalam seminggu
belakangan aktivitas Rian selalu sama, yaitu memata-matai Vera. Dan hingga saat
ini masih sama. Sepulang sekolah, Rian yang sudah ada di rumahnya membuka
handphonenya bermaksud untuk chatting. Saat Rian mulai bosan, dia bermaksud menutup
aplikasinya. Tanpa Rian sangka, ada orang baru menyapanya. Rian mengurungkan
niatnya untuk menutup aplikasinya itu, lalu dia mulai berkenalan dengan orang
itu. Setelah chatting berjam-jam, akhirnya Rian tahu kalau itu adalah Vera.
Rian merasa sangat gembira, hingga akhirnya dia koprol-koprol di kamarnya. Tapi
dia koprol tanpa bilang wow.
Esoknya saat di
sekolah, Rian mulai berani senyum kepada Vera, begitu pun Vera. Rian mulai
optimis dengan kehidupan cintanya nanti. Bahkan saat istirahat, Rian mulai
berani ngobrol dengan Vera dan kembali ke kelas pun bersama Vera. Rian mulai
merasa semakin mudah untuk mendapatkan Vera. Namun, tampaknya Rian melupakan
prinsip “Hidup bagaikan roda.” Memang saat ini dia bisa dekat dengan Vera, tapi
apa yang terjadi besok? Ya, hidup kadang di atas, kadang pula di bawah, dan
kadang pula roda itu menginjak kotoran.
Bencana itu pun
datangnya tak lama. Terlihat Rian dan Vera mulai tak saling sapa, hal itu mulai
terjadi karena kesalah pahaman. Rian berkata kalau Vera sering ganti pacar
karena Vera memang cantik, namun Vera mengira jika Rian menyebutnya sebagai
playgirl, hingga akhirnya Vera merasa tersinggung. Vera juga tak mau kalah
menyebut Rian sebagai playboy yang tak laku.
Setelah seminggu
tak saling sapa, akhirnya Rian mulai menyapa Vera lewat SMS. Vera ternyata
masih mau mebalas. Namun bukan damailah yang didapat, namun sebuah tantangan
dari Vera yang didapat. Vera menantang Rian untuk mendapatkan pacar dalam waktu
3 hari, siapa yang paling cepat dialah yang menang. Rian mengiyakan tantangan
itu meskipun Rian bukan orang yang mudah jatuh cinta.
Rian mulai
bingung untuk memulai dan mengakhiri tantangan ini, dia tak punya banyak
kenalan cewek. Hingga akhirnya tiba lah dihari ke-3, hari terakhir dimana tantangan
ini akan berakhir. Rian dan Vera merencanakan bertemu di suatu tempat. Rian
menunggu kedatangan Vera dengan gelisah, bagaimana jika Vera datang dengan
pacar barunya? Hukuman apa yang akan diberikan Vera kepada Rian?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu mulai memenuhi kepala Rian, Rian tak bisa
tenang saat itu. Ditengah lamunannya, Rian dikejutkan oleh Vera.
“Mana pacar lo,
Yan?” tanya Vera.
“Haha... Pacar lo dulu mana!”
jawab Rian.
“Lo kok gitu sih, Yan?”
“Lo gitu juga sih Ve, gue ‘kan ga
bisa nyari pacar dalam waktu 3 hari!”
“Haha.. Gue pikir Cuma gue yang ga
bisa!” jawab Ve sambil tertawa.
“Hah? Lo juga ga dapet?”
“Iya aja deh, Yan!” Lalu mereka
tertawa bersama.
“Ga ada yang menang dong?” tanya
Vera.
“Harus ada dong!”
“Emang lo mau perpanjang tantangan
ini?” tanya Ve.
Rian hanya tersenyum. Hal itu tentu saja memancing pertanyaan Vera. Rian
masih diam, dan Vera juga masih diam menanti Rian bicara. Rian menarik nafas
panjangnya, lalu berkata.
“Gimana kalo lo aja yang jadi pacar gue, Ve?”
“Hah?” Ve terkejut.
“Malah hah, jawab dong!”
“Lo serius, Yan?” Ve bertanya
keheranan.
“Lo pikir? Duarius, tigarius juga
deh!” jawab Rian.
“I... Iya deh, Yan?”
“Ciyus? Miapah? Enelan? Ga oong?”
“Lo mau gue terima apa gue
gampar?” Vera sedikit kesal.
“Ya maaf deh, sayang!” jawab Rian
sambil tertawa kecil.
Tak berapa lama, mereka saling berpeluk. Tak
disangka, ternyata mereka saling suka sejak lama. Namun karena mereka tak
saling kenal, perasaan mereka tak tersampaikan. Vera tak ingin disebut sebagai
playgirl karena dia tak ingin namanya jadi jelek didepan orang yang dia sukai.
Dan akhirnya Rian dan Vera bisa mengawali hari baru mereka sebagai sepasang
kekasih. ^^
inspired by: C.R.A (my ex)
I MISS YOU!
Subscribe to:
Posts (Atom)


