Pages

Friday, September 19, 2014

Perahu Ini Belum Berlabuh

Hai, Vian.

Apa kabar kamu? Kamu tau ga kalo aku pagi ini masih bangun? Kamu tau ga kalo aku lagi kangen kamu? Hehehe.

Kamu inget ga pertemuan pertama kita? Iya, waktu itu aku ke tempat kerja kamu. Aku waktu itu lagi keras sebenernya sama diri aku sendiri, sama hati juga. Iseng-iseng, bilang ke kamu buat sms aku. Hehehe. Tapi aku tau sih ga mungkin kamu mulai duluan. Akhirnya aku deh yang memulai. Kita sms-an, terus aku tanyain twitter kamu. Aku stalk, dapat fesbuk kamu juga. Lucu banget waktu itu. Ga berapa lama aku nemuin kesamaan antara kita, iya, kita suka gila. Kita punya idola yang sama, Raditya Dika.

Seiring berjalan waktu, aku kode kamu kode. Hihihi. Indah banget waktu itu. Aku sering main ke tempat kerja kamu cuma buat nyari wifi gratis. Aku juga masih inget waktu ngasih cokelat ke kamu, terus diciein Mbak Pijar. Aku masih inget sih ekspresi wajah kamu waktu itu. Beberapa hari kemudian aku denger kamu udah jadian sama si ini. Aku sih strong, cuma jadi agak risih jadinya. Maaf ya. Dari itu juga kita jadi jauhan, kita kaya udah bukan kita yang dulu.

Sudah beberapa bulan sejak hal yang tak mengenakkan itu, kita bertemu di suatu senja. Seperti biasa, kamu masih cantik. Saat itu kamu sudah sendiri lagi sepertinya. Aku jalan aja waktu itu, agak pengen cuek aja sebenernya. Songong ya? Hehe. Eh, kamunya malah dadah-dadah ke aku. Gimana ga meleleh coba? Hati ini kan jadi lembab. Apadeh. Terus kita.... Ehhmm... Cuma salaman. Halah.

Sejak saat itu kita mulai sering kontak lagi. Tak lama, aku memutuskan untuk pindah ke Depok. 2 hari sebelum berangkat, kita masih sempat jalan berdua, padahal tempatnya ga ngenakkin. I'm sorry. Kita mulai berbisik mengulang memory, dan aku ungkapin apa yang tak sempat aku ucap dulu. Sayang sih, aku harus pindah jauh.

Saat aku sudah di Depok, kita masih sering berhubungan. Aku masih suka kirim lagu buat kamu, nyanyi buat kamu, juga bikin video yang musiknya menyayat hati itu. Tapi nyatanya perahu kita tak bisa berlayar dengan jarak yang jauh. Hehe.

Saat kamu tau aku sudah punya pacar lain, kamu selalu mengawali obrolan dengan kata, "Hai, pacar orang." Itu sakit sih sebenernya. Padahal harusnya, "Hai, pacarnya akuh." Uh, kangen sama gilanya kamu.

Seperti yang pernah aku ucapin dulu sih, "Memang banyak, tapi kamu cuma satu. Dan kamu emang beda." Rasanya aku gagal move on dari gilanya kamu. Iya, kamu yang kadang lebih gila dari aku, lebih bodoh dari aku. Semoga kamu mau baca ini ya. Iya, ini cuma buat bilang kalau aku kangen kamu. Eh, iya. Perahu aku sekarang sedang berlayar lagi, menanti pelabuhan yang ramai selayaknya pelabuhan yang kamu punya.


Have a nice future, Vian. :)


Dari Pelaut yang Gagal.
Arie.



Sunday, September 14, 2014

PINKnic: Menghamba Nina

     Hari sabtu, gue kebagian kerja shift pagi. Sengaja minta izin buat pulang awal. Jam setengah 4 gue gue meluncur buat ke FX, mau pengajian. 3x naik angkot, sekali naik KRL, sama sekali naik Kopaja. Selama perjalanan itu gue juga harus berhadapan dengan macet yang menyerupai perasaan sayang. Dan gue sampe FX baru jam 17.55. Good.

     Iya, hari itu gue mau pinknic nonton adek-adek kaos pink yang harus disayangi, lebih tepatnya bermaksud menghamba Nina. *GWS buat writernya*. Gue dapet bingo 14, kalo kata Jiunk itu nomernya Ishizaki. Masuk di pertengahan, lumayanlah masih dapat spot tengah walaupun agak belakangan yang penting Nina kelihatan udah buat gue bahagia kok. :))) *sampe dower*



     Di artikel kali ini gue ga mau cerita secara mendetail, cuma mau nyeritain dikit aja. Soalnya gue ga hafal membernya. Pas member baru masuk gue bingung itu siapa, itu siapa. Tapi akhirnya gue berhasil nemuin Nina walaupun dia posisi membelakangi penonton. Show dibuka dengan lagu shonichi, mata gue ga lepas dari Dek Hamids. Nah, pas Hissatsu Teleport gue langsung kekurangan darah gara-gara mimisan. Kenapah? Nina solo-dance di tengah. Ya Allah.. Dari situ gue juga ada sedikit tebakkan, Nina kayanya sih pinter tari tradisional. Gerakkan dancenya ngalir kaya ombak yang tenang gitu, adem ngelihatnya. MC, mainan masa kecil member. Pas MC gue penasaran sama Desy. Lha iya, logat ngapaknya kerasa banget. Gue sering banget ngomong ngapak sama Tukang Martabak depan tempat kerja gue, padahal Bahasa Jawa gue bukan ngapak. Akhirnya ilmu yang diberikan Kang Martabak itu berguna. Terima kasih, Tolak Angin.

     Masuk unitsong. Dibuka dengan unyuk song ever, Tenshi no Shippo dengan Nina-nya. WOY! NINA SEPANJANG LAGU SERING GEMBUNGIN PIPI, MUMUMU SAMA MONYONG-MONYONG! Gue langsung gigitin kaki kursi, abisnya gemes sih. Pokoknya Nina dapet banget lucuknya, ekspresi wajah kosong itu negasin kalo dia emang lucuk dari sono-nya, bukan dibuat-buat dan negasin gue juga buat oshiin dia. Hamids, kakak oshiin kamu ya? Hehe. Unitsong selanjutnya Pajama Drive. Michelle di sini kelihatan biasa aja, kalo di sepakbola ada istilah "One Hit Wonder Player", nah, di generasi 3 ini Michelle semacam itu kalo belum nampilin yang luar biasa. Kumenunggu, Michelle. Junjou Shugi, postur member terasa timpang. Nadse so sexy, cantiknya membunuh. *kejang-kejang* WOY, BACKDANCERNYA ELAINE HARTANTO! Sebelum generasi 3 benar-benar populer, Elaine adalah member yang gue perhatiin. Cuma memperhatiin aja sih. Sayangnya cuma buat Rama. Hvftmids. Temon-temone ra ono, sori typo, maksudnya Temodemo no Namida. Andela dengan seribu anak panahnya berhasil nusuk gue. Yukka juga keren. Kagami no Naka Jean d'Arc. Lagunya jadi super arogan, Sisca yang gue kira punya suara ala Mariah Carey itu tampil garang di sini. Demi apapun, unitsong ini keren banget!


     Unitsong abis, gue kembali fokus lagi ke Dedek Hamids. Lucuknya ga kira-kira, Ya Allah. kelihatan polos banget. Hehe. Benar-benar menghamba gue semalem. See you next theatre, Hamids. Ya walaupun gue ga tau kapan lagi bisa nontonnya.


Photo by: Beda Famiglia

Friday, September 5, 2014

Perfect Night

     Malam ini gue K3-an lagi untuk yang ke-3 kalinya di 3 setlist yang berdeda. De Javu. Itu di BnT ding. Kali ini gue bakal cerita tentang show tadi deh. Tapi ingat, artikel ini sangat subjektif. Yang kurang suka mungkin bisa tahan dulu sampai sini.

     Untuk pertama kalinya dalam sejarah gue dapat verifikasi tiket tipe far. Gue udah sering apply far padahal, tapi bapuk banget. Perbandingan Menang : Kalah-nya 1:9, hebat! Gue duduk sama Bang Cello bersebelahan. Di atas pagar pembatas jalan. Oke, fokus lagi.

Kageana

      Siapa yang kageana? Tak lain dan tak bukan oleh Ratu Vienny Fitrilya, salah satu alasan gue nonton show ini.

Shonichi, Hissatsu Teleport, Gokigen Naname na Mermaid, Futari Nori no Jitensha

     Shonichi, lagu pertama aja udah bikin deg-degan. Hehe. Dilanjut lagu kedua, Hissatsu Teleport. Di sini Yupi chu~bangetz! Dia jejogetan gitu di tengah, kali ini terlihat lebih natural dari biasanya. Gokigen Naname na Mermaid, diawali dengan lempar-lemparan bola. Di lagu ini gue jadi gemes ngelihat gadis-gadis ini manyun sampe monyong. Apalagi Hanna sama Lidya. Sayang, mereka oshi temen. #Plaakk Futari Nori no Jitensha, lagu yang menyayat hati. Gue lupa mau nyeritain apaan. Dan baru sampai sini aja bisa bilang puas sama show malam ini. Entahlah.

MC

     Temanya, pengen teriak apa kalo ga salah. Yang gue inget sih dari Nadila, "JANGAAAAANNNN.... Pas Pajama Drive Kakak sama aku, sekarang aku Paja Drive lagi kakak balik gak?" Ya, pokoknya di sini MC-nya pecah. Oh, iya. Yona my oshi, "MALIIIIINNGG... Soalnya kamu udah memaling hati aku." Kebalik atuh, Yoyon. *jatuh duduk* *lemes*


Tenshi no Shippo

     Nadila, Yupi sama Sisil. Nadila sama Yupi berhasil kelihatan imut, lucuk dan menggemaskan. Sisil? Improve-nya "hoblog", LUAR BIASA, SISIL! Gue curiga kalo Sisil ngefans Balotelli.

Pajama Drive

     Rona, Nat, Hanna sama Dellia. Sori typo, maksudnya 3 yang pertama. #GagalMoveOn. Di sini keren. Iya, pokoknya keren. 3 orang garang jadi 1. Dan ada adegan Nat buka piyama. WAW! Sori, typo. Maksudnya luarannya dibuka. Dikit kok. Iya, dikit aja. Hehe.

Junjou Shugi

     Acha, Yona sama Naomi. Gue pengen fokus sama Yona. Ternyata? Gagal. Naomi keluarin ke-badai-an yang dia punya, Acha masih dengan pandangannya. Backdancer? Tya, Manda, Cia, Shani, Sisca, sama Desy. Good bye, focus! Penggabungan Naomi-Tya dalam satu panggung sebenernya terlalu beresiko. Iya. Gue jadi gagal buat ngelirik satu orang aja. Jadi, oshi gue siapa? Pffftt...

Temodemo no Namida

     Viny dan Novinta. Ekspresi kedua member dan karakter vokal yang sangat berbeda membuat unitsong ini menarik. Viny berhasil buat gue tetap jadiin dia oshi. Sementara Bang Cello lebih sering nyari Nobi. Untung gue ga khilaf, kalo khilaf jadi deh gigit-gigitan sama Bang Cello saking gemesnya ngelihat oshi. Btw, ekspresi Viny di sini emang kena banget, padahal di awal tadi dia kelihatan ceria. You're still my Queen. :)

Kagami no Naka Jean d'Arc

     Della, Lidya, Uty, Ikha dan Sinka. Di sini Della terlihat bagus, tapi Lidya, sang Kagami Merah punya gerakan yang "pasti" dan mantap. Jangan lupa kick-nya juga. Sinka. Udah, gue ga berani mandang dia terlalu lama di show ini. Mungkin Bang Jiunk tau alasannya. Tapi, kata orang sih Sinka keren tatapannya. Lidya kelihatan gemukkan, btw. Tapi dia ga mau disebut punya perut buncit, tapi menurut dia itu menggemaskan. Iya, kamu emang menggemaskan malam ini. Wa RAWR-in uga U!

Two Years Later, Inochi no Tsukaimichi, Kiss Shitte son Sichatta, Boku no Sakura

     Two Years Later, lupa ada apa di sini. Mungkin senyumnya Viny. Inochi no Tsukaimichi, monolog Rona nusuk sampe punggung rasanya, "KAK... KEMBALILAH PADAKU!" GWS, Ron. Kiss Shitte son Sichatta, lupa mau bahas apaan. Hanna ekspresinya masih sama, bikin-kangen-dan-bikin-pengen-nonton-lagi. Nadila juga panggil-panggil Jiro, btw. Katanya dia suka yang ubanan. Boku no Sakura, Derby Romero ft. Chibi. Sori, typo. Gue nyari-nyari Yona, kali aja dia berlinang air mata lagi. Kalau itu terjadi, gue pengen lari ke panggung terus kasih dia tissue gitu, eh, yang nangis si Jerapah Garang malahan. Gue langsung fokus ke Lidya deh, dan lagu ini tersampaikan dengan sangat baik.

ANKORU

     Dibuka dengan jiko dari ke-6 Backdancer. Tya like "kompor", she is so hot. Tak lama kemudian gue kesandung, terus jatuh di hadapan Shani. Kemudian tangan gue kepeleset jadiin Shani following gue yang ke-184. Hehehe.

Wasshoi J/K!, Suifu wa Arashi ni Yume wo Miru, Shiroi Shirts

     Wasshoi J diubah jadi Wasshoi K. Rame bener audiens-nya! Di Suifu, Viny berhasil menghentak. Mungkin dia sudah belajar dengan baik untuk jadi Jenderal Kagami. Nice, Queen. Senyum kamu indah banget malam ini, kaya biasanya.Shiroi Shirts, ada adegan yang menampilkan member per-unit song. Pokoknya trio Junjou Shugi keren di sini. Eh, di lagu ini bukan sih? Hehe hehe.

Bonus Song: Kokoro no Placard

     SERU! Terutama Nats. Hehe.

     Sesi hitouch. Biasa aja sih awalnya, gue melotot ke Uty, pengen iseng aja sih. Eh, dianya protes. Pas di depan Yona, gue protes ke dia. Soalnya dia malah mau ke belakang, gue berhenti aja di depan dia. Eh, kita malah jadi handshake. Mehehehe. Di ujung, udah ada Tya yang bagi-bagi Oxy Body Wash. Mungkin dia tau gue baru mandi sekali hari itu. Tapi tetep ganteng kok. #sikap


     Ya, pokoknya gitu lah. Gue sampe lupa oshi gue yang mana gara-gara pada tampil all out. Gue bisa bilang show K3 ga ada yang ngecewain buat gue, dan tadi adalah show terbaik yang pernah gue tonton dari K3. Dan Hanna sama Lidya tetaplah oshitemen, karena oshi gue udah ada Viny sama Yona. Banyaknyo? Ga apa lah, baru oshi ini. Coba kalo pacar? Shi shi shi~ Kurangnya show malam ini cuma Noella sama Tata sih......... Juga Dellia. *mewek*


Good Mornight! :)

Wednesday, August 27, 2014

Sekotak Cokelat dari Belgia

     Sudah lama tempat ini tak aku singgahi. Aku mulai merasa berdosa. Saat aku jemu dengan kehidupan penat ini, aku baru kembali ke sini. Maafkanlah.

     Sekotak cokelat dari Belgia. Entah kenapa tanganku tiba-tiba memberi judul ini. Ku rasa otakku belum kembali pada tempatnya malam ini. Padahal malam ini aku juga tidak sedang menikmati benda manis yang adiktif ini. Mungkin karena music playerku sedang memutar Queen of California aku jadi teringat cokelat. Entahlah, aku sendiri kadang lupa menaruh akal sehat pada tempatnya, apalagi malam ini aku diporak-porandakan oleh Gracia, gadis bergingsul yang SUBHANALLAH.

     Dengan ditemani kacang berkulit tepung putih dan sepotong kardus bekas sebagai kipas, aku akan mulai mencoba menulis kembali. Jadi, kemarin kulihat sebuah tweet yang lewat di timeline, "aku ga suka yang manis-manis, soalnya aku sudah manis. Tapi kalau galau suka makan cokelat di kamar mandi." kurang lebihnya begitu. Aku langsung tersenyum begitu membaca kalimat itu, kalimat yang pernah diucapkan oleh seorang Ratu yang akan jadi Jenderal di sebuah pertunjukkan. Ya, terkadang sebatang cokelat lebih pandai memanage emosi daripada diri sendiri. Cokelat adalah bentuk ekspresi yang tak bisa diperlihatkan.

     Sebenarnya imajinasiku berhenti di sini. Iya, di sini. Aku mulai kehilangan arah untuk melanjutkan artikel ini. Tapi kudengar dari seberang, gadis pertama itu suka cokelat. Maka kurasa sekotak cokelat ini adalah untuk dia. Iya, dia yang bernama Sendy Ariani.

     12 agustus 2014, sebuah pesta dengan lampu warna-warni akan dimulai. Ini adalah pengalaman pertamaku menyaksikan sebuah pertunjukkan dari seorang pujaan hati yang sudah 2 tahun lebih aku dukung. Tak begitu besar ekspektasi akan pertunjukkan malam ini, demi apapun aku hanya ingin melihat pujaan hati itu tersenyum dari atas panggung impian. Dibuka dengan sebuah lagu, aku hanya melihat sebuah tiang yang minta dirobohkan karena menghalangi pandanganku akan senyum yang berirama tersebut. Hingga akhirnya di lagu ke-3 yang bertema ulang tahun menggema, di situ Sendy Ariani mengeluarkan aura yang luar biasa. ketika semua jongkok untuk memberi ruang, sang Biduan tanpa canggung mengeluarkan ciri khasnya, goyang dangdut. Demi singa Alaska pedekate sama Zebra Somalia, itu keren banget! Bahkan saat itu juga aku tepuk tangan sambil berdiri. Jangan tanya kenapa aku berdiri, btw. Bingo bapuk. Terima kasih Tuhan Kau telah membuat aku tak merasa rugi hadir di tempat itu. Karena pada dasarnya aku bukan fans tim ini secara umum. Aku di sini hanya untuk Sendy Ariani saja. Tak lebih.

     Mungkin aku terkesan arogan, tapi memang begitu. Masuk unit song, kecuali US Rider aku lebih memilih duduk di lantai atau mainan handphone. Hingga acara selesai aku hanya melihat Sendy. Acara selesai, lalu semua berkumpul di depan untuk berfoto dengan poster mozaik yang kebetulan aku yang diberi kepercayaan untuk desainnya. Selesai, lalu pulang.

     Lalu mana cokelat untuk Sendy? Cokelat yang aku maksud di sini adalah sebuah ekspresi. Jadi maksud artikel ini adalah sekotak ekspresi untuk mengapresiasi sebuah show per tanggal 12 agustus kemarin. Lalu kenapa di atas aku menyinggung Ratu Vienny juga Gracia? Karena mereka juga ada tempat di hati sih. Hehehehe. Tunggu, kenapa Sekotak Cokelat dari Belgia? Apa maksud Belgia? Tak ada maksud khusus sih dari pemilihan kata Belgia ini. Mungkin karena Marouane Fellaini ganteng. Bye.


Wednesday, June 4, 2014

Run Run Run, Sebuah Perjuangan Mengejar Realita

    Kamis, 29 Mei 2014. Hatiku terasa penat melihat pekerjaan yang tiada habisnya. Bahkan hingga pukul 5 sore ku masih harus mengerjakan semuanya. Lalu ku pergi diam-diam dengan perasaan "bodo amat" untuk hari ini kuharus bahagia, persetan dengan kehidupan bagai kuda ini.

     Ku mulai pulang dengan menaiki mobil biru, sampai di ujung jalan sekitar 300 meter dari jalan raya, terjadi kemacetan yang lumayan parah. Tanpa mikir panjang, ku pilih berlari sebagai alternatif terbaik. 300 meter bukan halangan. Ku berpindah mobil menyusuri jalan Raya Bogor. Di perempatan jalan menuju arah pulang terjadi kemacetan lagi, baiklah. 100 meters can't stop my ambition. Ku pilih berlari sampai rumah yang jaraknya sekitar 300 meter dari jalan raya. Aku harus pulang dulu karena kebodohanku yang tidak membawa baju ganti, dan belum mandi. Dan kebodohanku masih berlanjut dengan meninggalkan botol minum kesayangan di kamar.

     Run Run Run! Kulari lagi ke jalan raya, naik mobil lagi menuju stasiun. Di stasiun aku juga masih lari-lari menuju loket dan lupa di mana naruh uangku. Oh, God! Selesai urusan tiket, ku masih harus menunggu kereta yang ke arah Tanah Abang. 15 menit adalah waktu yang kusia-siakan di stasiun dengan perasaan yang bergejolak. Aku tak kuasa menahan rasa kalut, aku hampir putus asa. Masuk kereta, yang kuharapkan cuma satu, cepat sampai tujuan. Di tengah rasa kalut yang semakin pekat handphoneku berbunyi, kulihat Lidya memanggil. Kuangkat, terdengar samar-samar dari jauh percikan-percikan semangat dari sahabat-sahabat terbaik gue. Saat diri sendiri tak punya pegangan, sahabat adalah sandaran terbaik untuk musnahkan ketakutanmu.

     Di saat kepercayaanku mulai membaik, kereta sudah sampai stasiun tujuan. Aku berlari lagi ke arah halte busway yang jaraknya lumayan jauh juga. Aku bahkan tak peduli dengan orang-orang sekitar, bahkan aku sempat teriak-teriak sekedar membakar semangat sendiri. Kembali, sahabat-sahabatku melakukan Motivation Call. Ya, aku sangat berhutang kepada kalian. Naik busway, turun halte di GBK. Aku sudah letih, tak kuat berlari lebih. Ku hanya mencoba berjalan lebih cepat sambil memaki diri sendiri. Masuk FX, ku langsung menuju F5, tempat yang dijanjikan. Perasaan lega akhirnya ku dapat. Terima kasih, Tuhan.

     Sampai di situ aku mulai bicara serius sama pujaan hatiku, Vita. Entah dengan jawaban apapun, aku lega sudah bisa menemuinya. Jadi, tujuanku sampai di sini hanya mau bilang sayang tanpa peduli hasilnya. Yang aku butuhin hanya kelegaan dan bisa bertemu Vita. Beruntung, Vita bukan orang yang suka mengecewakanku.

     Terima kasih untuk anak kampung, sahabat yang luar biasa. Lidya (Oji), Rama, Okta, Dede, Hanna (Septian) juga Tirta. Terima kasih juga untuk Kak Mariska yang ternyata juga peduli meskipun dari Negeri Seberang, Kak Sora yang sudah jagain Vita bareng anak kampung sebelum diriku datang. Aku beruntung kenal kalian semua, traktiran juga belum cukup membayarnya. Terima kasih juga untuk Vita yang tidak mengecewakanku. Sekarang real life ku lebih bermakna.

TERIMA KASIH!

Tuesday, May 20, 2014

Sendy Fans Family Diary

     Delapanbelas mei duaribu empatbelas. Gue ga bisa tidur gara-gara pas kerja malam minum kopi. Gue guling-guling gelisah di kasur gara-gara lupa rasanya tidur. Rasanya kaya lu abis nembak cewek tapi dapat injury time 5 menit. Akhirnya gue bisa tidur setelah subuh, mungkin Allah ga pengen hamba-Nya melewatkan subuh. Gue bangun lagi jam delapan, cek hape ada pesan dari Oji, "gue ke rumah jam setengah sembilan." Oke, gue galau, gue resah, gue ngantuk, gue sedih, gue jomblo dan gue ga tau gue sekarang ngetik apaan. Sekitar jam sembilan kita akhirnya berangkat ke danau naik kapal, esalah, ke Balai Kartini.

     Sampai pintu masuk, kita disambut karangan bunga yang ngucapin selamat atas pernikahan siapa gitu lupa. Tanpa mereka sadari, naruh karangan bunga suka cita gitu bikin pengen nyilet. Masuk BK, ternyata udah rame pasukan merah. Orang pertama yang ditemuin adalah Kak Acel, Marcello Pangemanan. Ya, dia yang menentukan hidup dan mati gue hari itu, kalau dia ga datang, gue cuma bisa melambaikan tangan ke Sendy dari jauh. Tak lama kemudian datang yang lain, ada Dede, Okta, Vita yang cubangets, Inez, Ricky, Ridho, Gusty, sampai anggota X O Nain juga ada. Ini dia orangnya:



Rama X O Nain


     Masuk sesi 3, tinggal gue sama Dede. Kita ke luar deh, eh, ga taunya hujan angin. Gue curiga di dalam ada yang bikin Veranda terharu. Kelar sesi 3, semua kumpul lagi. Kali ini dalam jumlah yang lebih banyak, sekitar 263940 orang deh. Ada Taufik, Kak Mariska, Kak Sora, Bang Jim, Septian, Tirta dan... Banyak lagi! Kita mulai nyusun rencana, ada yg ganti baju soalnya abis HS sama "side oshi"-nya. Gue bagi-bagi shoutcard biar pada nulis pesan singkat buat Sendy. Jam setengah dua kita mulai masuk antrian, rombongan seragam biru satu Line, Line Hartanto *apesih. Semacam Laziale lagi pada ngumpul *disepak Bang Cello*. Di antrian ga tau kenapa pada berisik. Pada sarapan pepaya kayanya sih. Di depan ruang rindu, semua membentuk formasi 4-4-2 dengan Bang Jim sebagai kipernya *esalah. Banner dibentangkan, Sendy dibawa keluar sama Kak Mariska a.k.a Kakak Beruang. Sendy terlihat terkejut terus teriak, "Ayam, eh, Ayam Ayam!" *tapi bohong*. Sendy keliatan seneng gitu, terus dia teriak, "GANBAAAATTTEEEEEE....." spontan semua teriak, "YES! YES! YEEEEESSS!" Terus Bang Rhoms pimpin doa, eh, pimpin nyanyi. Kita semua nyanyi rider, eh bukan semua sih. Gue ga bisa nyanyinya. Hehe hehe. Sendy terlihat terharu. Pengen kasih pundak rasanya. :') Waktu abis, lanjut HS masing-masing di dalam ruang rindu. Seperti biasa, Sendy lupa nama aing, tapi tau apa kelakuan aing. Dasar!

     Sesi 4. Skip aja buat yang ga pengen baca bualan gue tentang Ratu. Eheu. Langsung aja deh. Di dalam gue tanya, "Tau aku ga?" | "eh, siapa namanya? LUPA tauk!" | "Arie, Vin. Arienovich." | "Oh, iya." | "Kok ga tau sih, padahal sama Jojoincov cocok loh! Sama-sama nama Eropa Timur." | "Iiiiihhh... Kakak, aku asal tauk pake nama Jojoincov. Hehehe." Tiba-tiba ada bisikkan dari luar, "Makasih ya!" Ternyata abis waktunya. Viny bilang, "Makasih ya, Kak." | "Iya. Eh, kapan-kapan foto sama Sendy dong!" | "Iya, Kak." Terus dia senyum sambil kasih stiker. Gue keluar, eh, dipanggil lagi sama Viny. "Kak! Aku inget, Kakak yang sering mention aku buat foto sama Kak Sendy kan?" Gue spontan masuk setengah badan, kasih jempol sama senyum. Diusir gue sama yang jaga. Haohaohaohao. Thanks ya, Vin.

     Terus pada kumpul di luar. Kita foto-foto, nyuri-nyuri ambil video. Eh, ada kabar Sendy naik panggung, kita serbuuuuu... Dan ada info lagi kalau jam 6 Sendy di booth Tolak Anin, eh, Angin. Lagian bodoh amat sampe nolak Anin. Jam setengah 6 kita udah pindah di depan booth Tolak Angin. Ada yang gelar tiker, keluarin tumpeng, terus makan-makan deh. Tapi bohong. Sendy masih di panggung, kita udah pada antri. Gue lihat di kejauhan samar-samar terlihat Vita, gue samperin deh. "Foto sama Sendy noh." Terus dia ikutan juga. Kan kasihan fans jauh ga ikut foto-foto. Kaya gue, jauh dari hatinya Vita. *dibacok* Sesi foto dimulai! Antrian 1 sampe sekian pasukan biru SFF. Mungkin Tata sama Rona kesel ngelihatnya. Tapi yang penting Sendy kita manjain hari ini. Kelar foto kita ngumpul-ngumpul lucuk lagi di luar. Sampe sekitar jam 10 malam lah. Pas mau balik, kita disamperin Mbak-Mbak media dari Net TV. KITA DIWAWANCARA! Taufik sebagai ujung tombak, gue jadi pagar betis. Si Septian jadi pagar ayu. Ga tau sih tayang kapan, setidaknya pernah ngerasain disorot kamera. Hauhauhau..

     Acara selesai, kita pada balik. Seharian penuh kita memanjakan dan dimanjakan. Seneng banget. Semoga Sendy jadi semangat setelah pergerakkan awal dari SFF ini. Kita ada karena Sendy, dan Sendy ada untuk kami. Sendy HARUS tau kalau kita masih ada di belakangnya, kita ada buat terus dukung dia. Makasih untuk hari yang luar biasa, SFF. Makasih atas kepercayaannya. Ganbatte, Sendy. Yes! Yes! Yes! Kita 'kan piss? :)


Salam Jari Kelingking,

Arienovich.

GALERI:

Ganbatte, Sendy!

Air mata bahagia.

Buat Pikutoria

Beauty and the beast (?) --"

Sunday, March 16, 2014

Gadis-Gadis Remaja Episode Pertama

     Holla, My Fans! Halah. Welcome back to my self. Maaf ya jarang nulis. Hasrat, niat dan berangkat sedang tidak sinkron beberapa hari ini. Nah, kebetulan malam ini gue abis nonton theater Seishun Girls dari Tim KIII JKT48. Jadi gue semangat buat nulis. Ciegitu.

     Jadi, gue meluncur sama Oji (yang kemudian jadi manusia langitnya Lidya) jam 12 siang. Sampe di lokasi jam 1 kurang. Padahal kalau naik busway biasanya perlu waktu 2 jam. --" Langsung deh bengong di F3, biar ga wota banget gitu, sambil nunggu show senbatsu kalender kelar. Kelar show kita ketemuan dah sama Bapak Abang Jim (Apasih?). Sayang, kita trollnya kurang maksimal. Oke, langsung skip di dalam yak. Gue dapat duduk nomer 2 dari belakang. It's Zzzz...

     Lagu pertama sampe ketiga (belum hafal judulnya), gue fokus ke satu member. Siapa? Ratu yang lucu dong! ^^ Lanjut MC dengan topik barang yang disukai di kamar. Gue nangkepnya si Tata suka guling yang lembek-lembek. Iki opo sih, Ta? --" Masuk unit song pertama, Blue Rose. NOELLA! KENAPA LAU GA BISA SELAW? Noella hebat banget di sini, hal yang ga gue dapet pas dulu nonton BnT tanpa Noella. Lidya, Nat sama Rona juga hebat, tapi Noella terlalu menguasai panggung. Unitsong kedua, judulnya Futari gitu deh. Dibawain sama Dek Viny sama Viviyona. Entah kenapa, kepala gue jadi kosong ngelihat keduanya. Terkadang gue sampe merem saking dapetnya feel dari mereka berdua. GUE LEMAH part I! Terus unitsong yang kebun binatang. SINKA, JADIAN YUK? Agidfhkfnkfgicegfhcjsk. Di satu kesempatan Sinka pamer goyang babi. Sin, tolooong.... GUE LEMAH part II.

     Lagu-lagu berikutnya kebanyakan beraroma Latin dan ini seperti membawa gue ke pantai. Lagunya enak-enak, Cuy! Pandangan gue di sini agak berubah, fokus ga cuma ke Viny. Tapi Hanna, Noella, Lidya, Yona sama Nat juga mencuri. Tapi, Sinka yang malam ini jadi agak banyak ngomong membuntuti Viny untuk jadi sasaran fokus. SINKA LUCUK YA?

     Sesi handshake, gue ada di depannya Oji. Di barisan member yang pertama ada Lidya. Sebenernya ga lihat sih, tapi Oji bilang Lidya paling depan. Muncul niat baik buat Oji dah. Pas handshake sama Lidya gue dengan noraknya bilang, "Lid, salam dari Bang Oji. Nih orangnya." Gue ngakak salto dalam hati deh. Si Lidya juga ngerespon, "Oh, jadi ini Bang Oji?" Okelah. Haha. Nyampe di depan Viny gue jadi gugup. Plis, ini rasanya kaya mau nembak gebetan. Viny bilang makasih duluan, gue gagal ngobrol (sad). Terakhir sama Nat, "Makasih, Donat!" Nat jawab deh, "Hey, makasih!" Kaget mungkin gue sapa dia Donat. Hahaha.

     Di luar, kita langsung ke Fatback. Makan, cuy? Duit siapa? Haha. Mau nonton pertunjukkan Setlist 'Boku no Taiyo' dari Om Rangga dan kawan-kawan. Di situ juga banyak member yang nonton. Oji bilang abis lagu Boku to Juliet balik. Gue ga yakin. Terus gue nyeletuk, "Entar pas lagu mau abis pasti Lidya datang, Pak." Daaaann.... Lidya datang pas lagu Boku to Juliet to Jetcoaster! Oke, Oji udah brace malam ini. Selamat, Cuy. Wkwkwk Sampe luar, ternyata tim J juga pada baru balik dari ANTV. Dan kita melihat Sendy. Hey, hari yang menyenangkan. :)

     Malam ini begitu terasa menyenangkan. Meskipun gue ga paham sama sekali sama lagu-lagu di setlist Seishun Girls ini, tapi lagunya enak-enak. Gue merasa puas malam ini. Dan kalau boleh, Sinka Jadian Yuk? *run-run small* *kepeleset*

Saturday, March 1, 2014

Maafin Gue

     Setelah gue cek, ternyata di blog ga ada postingan baru sejak tanggal 1 februari. Jangan dikira gue udah punya tempat curhat baru ye. Gue cuma punya aktivitas baru yang melelahkan. Ya, lelah. saking lelahnya gue baru jalan sebulan udah pindah tempat. Gue ga pengen nulis panjang lebar dulu sih, takutnya malah jadi artikel yang tanpa arah. Ini artikel apa perasaan jomblo? Kok tanpa arah? Oke dah, thanks ya udah mau baca. Entar siangan semoga bisa nulis lagi. Salam RAWR!

Papa Dinosaurus,
@arienovich

Saturday, February 1, 2014

We are Cassanova



     Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah..
     Aku suka lagu itu, dan aku juga (sepertinya) suka sekolah. Aku di sini mau bernostalgia dikit deh tentang jaman aku SMA. Aku mau ingat-ingat temanku satu-satu, semoga tidak salah ya. :)

Christina Triyani
Anaknya kecil, lucu kalau lagi ngomong. Sering aku panggil Christina Aguilera, emang mirip? Sering aku kerjain juga sih. Apalagi ya? Lupa. Hahahaha.

Dwi Prihatin
Biasa dipanggil Depe. Salah satu teman deketku sampe sekarang. Aku lebih suka panggil dia emak daripada Depe. Biasa jadi tempatku curhat kalau lagi galau mikirin Sendy sama Viny (?)

Elyta Mahyaya
Orangnya tinggi cerewet. Lucu juga kalau lagi ngomong, apalagi karo udah ketemu Christina Aguilera, bawaannya pengen jailin mulu. Terakhir ketemu pas main ke rumahnya, pulang-pulang bawa rambutan. Bener ga sih?

Kristian Rahayu Prastiwi
Anaknya pinter, pakai jilbab. Terus… Duh, lupa. Hahaha.

Mila Listiana
Anaknya cantik, tapi kecil juga. Suaranya loli. *eh

Nurlaila
Sempet punya Fesbuk namanya Ela Lala Ila, alhasil jadi bahan ledekan anak-anak. Anaknya asik, meskipun sering dikerjain tetep senyum. Cieeeee…

Oka Wijayanti
Anaknya pinter. Terus…. Eh, lihat! Ada Tapir naik Jet Pack!

Priono
Ketua Kelas di XII IA 2 (Cassanova). Orangnya kecil, suka iseng juga. Satu dari beberapa butir populasi lelaki di kelas. FYI, laki-laki di kelas ini langka.

Reny Setyaningrum
Ahli beladiri. Biasa dipanggil ciat-ciat (?)

Ria Dwi Puspitasari
Cantik. Punya suara yang bagus.

Riska Listiani
Pernah jualan cilok di kelas. *krik

Wulan Wijayanti
Orangnya serius. Semacam tsundere gitu lah.

Adam Prantoko
Jangan tanya dia siapa. Mas Booooyyy… Adam Prantoko, dari kelas 10 selalu 1 kelas sama aku. Orangnya pinter tapi agak kacau. Sepertinya otaknya mengalami pergeseran tiap tahun.

Arshinta Restanti
Matanya segaris. Orangnya pendiem. Kayanya sih.

Dian Pertiwi
Beh. Dian lagi. Pernah aku kenalin sama temenku, terus jadian. Abis itu aku disuruh jadi obat nyamuk buat nemenin mereka pacaran. -_-

Dinar Ratna Ningsih
Panggilannya Piku Wiku. Orangnya juga agak kacau. Ga tau kalau sekarang. Haha.

Fitriatul Khasanah
Pfftt… Biasa dipanggil Atul. Salah satu dari beberapa temen yang deket. Orangnya galak. Udah, gitu aja.

Ike Lusiana Tabitawati
Namanya agak ribet kek rumus aljabar. Masih kecil, tapi bongsor. Emaap.

Novinta Santi
Siapa hayo? Anaknya kurus. Terus apa ya? Eh, lihat! Ada Onta beli bubur!

Reny Yuliana
Genjus panggilannya. Namanya Yuliana, tapi lahirnya bulan oktober. Nyambung banget kan?

Rischa Rahmawati
1 kelas terus dari kelas 10. Kalo lagi bareng aku ngekek terus.

Rodiatul Khasanah
Orangnya pinter. Penemu tahu elektronik sama tello millennium. *krik

Titik Puji Lestari
Orangnya lucu. Pernah nulis “grils beautiful” di hapenya. Yang nulis aja pasti lupa. Haha.

Tri Oktavia Kurnia Ningtyas
Namanya panjang. Tapi orangnya ga gitu. Kecil, mungil, lucu, imut. Saking deketnya sama aku, pacarku pernah marah-marah sama aku. Bukan Cuma 1. Ah, sudahlah.

Vita Dwi Ariyani
Kayanya udah gede, tapi sama aku selisih 11 bulan. Salah satu temen curhat juga.

Wahyu Arie Prasetyo
Ganteng.

Dewi Ma’rifatur Rofiah
Biasa dipanggil Mak’e. mungkin udah cocok jadi emak? *eh

Erna Susilowati
Anaknya kecil. Banyak ketawanya kalo lagi ngobrol sama aku.

Gita Ratnasari
Hai, Gita. Udah mam? Anaknya cantik, makanya sering aku godain. Sayang, kita belum pernah jadian. *eh

Lilik Mulyaningrum
Gosipnya dulu sih sama Adam. Udah jadian belum sih?

Muji Hartono
Temen sebangku. Orangnya ganteng. (Ji, bayar ya abis ini).

Nurma Yuslichawati
Ga gitu akrab sama Nurma. Jadi ya gini aja. Haha.

Nurul Solikah
Aktivis sekolah. Meskipun serius, tapi kalau diajak bercanda juga enak Mbak Noe mah.

Sesin Siria Sendi
Sering aku panggil Sendok. Pas rambutnya dipotong pendek jadi kek Justin Bieber. -_-

Siti Rukayah
Akrab dipanggil Siro. Sering jadi bahan bully-an gara-gara salah tingkah. Orangnya alus.

Yusnia
Anaknya tinggi. Cantik? Entahlah. Yusnia belum transferin pulsa. Haha.

     Dikit aja kata-kata tentang anak-anak. Terlalu singkat ya? Ya maaf. Udah pada lama ga ketemu sih. Sekarang kangen kan jadinya. Sukses selalu kawan! Miss U, Cassanova.


Wednesday, January 29, 2014

Stalking itu SAKIT!

     Selamat pagi. Akhirnya ngerasain bangun pagi lagi. Kalau biasanya jam segini baru mau tidur atau bangun cuma buat sholat subuh, kali ini gue udah "bangun" seutuhnya namun mimpi-mimpi tetap menyertai. Kalau dibilang ngantuk sih iya masih, cuma gue mesti mulai biasain bangun pagi, udah ga boleh males-males kan? Rindu aja jam segini udah datang lho? Masa semangat kalah sih sama si rindu? :)



     Jadi gini, beberapa hari ini gue lanjutin stalk "si ini", si ini yang selalu bikin penasaran itu. Kalau dulu cuma dapat yang umum-umum, kali ini gue dapat yang masuk kategori khusus. Gue hebat? Cocok jadi detektif? Bukan. Yang bener gue udah sakit. Tau ga sih kalau stalking itu adalah kepo level memprihatinkan? *kemudian Marino Tegur pasang facepalm*. Gue lagi kurang kerjaan, tapi si Kak Gugel juga iseng dengan kasih data-data tentang si ini. Meski gue dapat data-datanya si ini, gue ga pengen ngeshare ke media sosial secara umum dan blak-blakan. InsyaAllah rasa iseng dan usil lebih bisa dikontrol daripada rasa sayang ini. *eh

     Bukan. Gue bukan orang yang dekat sama si ini. Gue bahkan baru 2 kali ketemu sama dia, tapi tiap bertemu dengannya gue selalu jatuh cinta. Ya kan? Ya kan? >,<

     Lalu apa alasannya sih gue stalking si ini? Entahlah. Gue juga ga paham sama pergeseran otak ini. Gue rasa beberapa pikiran gue jatuh di jalan. Tapi yang jelas si ini terlalu menarik buat gue. Dia suka buku, suka baca dan nulis. Gue juga suka melakukannya, contohnya gue nulis di blog ini sejak 2011. Selain itu tentang selera musik. Ya meskipun gue menemukan beberapa gambar artis K-pop di akun-akun lamanya, tapi sejatinya dia punya selera musik yang baik juga. Dia pernah ngetweet tentang lagu "November Rain" dan "I Live My Life for You". Tau ga sih kalau dia itu masih 17 tahun? Tapi selera musiknya bagus, dan menurut beberapa sumber lagu kesukaannya adalah "To be with You". Hey, You're too cute! >,<

     Gimana caranya biar sukses stalking, Rie? Haha. Lu cuma perlu keyword yang tepat. Kata kunci selalu jadi solusi terbaik di gugel. Dan sebaiknya lu melakukannya dengan hati, jangan berniat buruk. Se-kepo-keponya gue sama si ini tetep aja datanya gue simpan sendiri. Gue ga pengen juga sebarin privasinya. Lalu kenapa gue ngubek-ngubek data tentang si ini kalau udah tau ini privasi? Ya ini balik lagi ke tulisan di atas, otak gue mengalami pergeseran dan gue ga bisa berhenti khilaf. Dan untungnya gue selalu punya pikiran positif sama si ini.

     Oke. Se-kepo-keponya lu sama orang lain, kalau udah dapat rahasia tetap dijaga ya. Jangan cuma cinta aja yang dijaga, rasa perhatian juga dijaga. Dan kalau kamu belum bisa stalking, ya ga usah stalking. Gue ingetin ya, stalking itu sakit. :')

Sunday, January 26, 2014

Pertama

     Hai, semuanya. Sehat kan? Sehat doooong! Kali ini gue mau sedikit cerita tentang kesan-kesan gue pertama kali nonton theater JKT48. Inget ya, cerita. Bukan review. Gue belum punya ilmu yang cukup untuk menilai orang lain, jadi harap maklum kalau artikel ini jadi seperti menghina diri gue sendiri. Tapi, siapa peduli kalau gue dapat kegembiraan?



     Sore tadi gue berangkat bareng sama Oji-gebetannya Munaroh-sekitar jam 4 sore. Mau berangkat aja masih ribet nyari tempat buat ngeprint. Dapet satu tempat sih, ternyata di situ yang ngeprint banyak-banyak. Sementara gue cuma satu. Bodo amat. Lanjut perjalanan, sampe FX jam 5.30 sorean lah, abis itu langsung deh tuker tiket. Gue dapat tiket ijo nomer 13. Di situ juga ketemu sama Septian, wotanya Hanna yang suka nempel di dinding.

     Masuk theater. Gue lihat-lihat bangku depan ada banyak yang kosong, tapi ketutupan tiang. Akhirnya gue milih yang agak belakangan deh, yang penting agak ke tengah. Ga berapa lama kemudian wota spiderman datang, duduk di samping gue, sementara Oji terdampar bersama orang Jepang. Tragis.

     Show dimulai. Kageana oleh Rona. Dimulai dari lagu Dreaming Girls, Run Run Run, lanjut Mirai no Kajitsu dan Viva Hurricane. Alhamdulillah, gue ga bisa ngechant. Fokus gue tentu ke Ratu yang sedari kemaren gue mention ikut show malam apa ga. Dan kejutannya adalah malah Dena yang mencuri perhatian gue, tapi fokus tetap ke Viny. Masuk MC, temanya lagu cinta yang suka dinyanyiin sama member. Yang gue inget sih Tata nyanyi lagu Perahu Karet, eh, perahu kertas. Dan kejutannya adalah suaranya Lidya keren bangat! Sayang ga ada Noel. :(

     Masuk unit song. Idol Nante Yobanaide, ada Yupi, Sinka, Shinta sama Nadila. Gue ga tau lagunya dan lebih fokus ke backdancernya, ada Ratu Pipin, Yoyon, sama Lidya. Emesh tauk! Next, ada Boku to Juliet to Jetcoaster. Kurang semangat tanpa Donat. Tapi tatapan mata Acha sama ekspresi Rona tetep bikin lagu ini menarik, sementara posisi Donat ditempati oleh Dena, pencuri malam ini. Lanjut ke Higurashi no Koi (Tata+Ikha), fokus gue ke Tata. Dan Tata sering melihat ke penonton yang gue tempati, gue lebih sering merem biar lagunya kerasa. Nusuk sampe ke tulang lho, Ta! Kha! Itoshisa no Defense, tanpa Noella bikin fokus gue cuma ke Yona sama Lidya. Tapi bukan kok gue ngelupain Shafa ya, cuma hati gue nuntun gue buat fokus ke Yona sama Lidya, coba ada Noel. :( Unit song yang gue suka, Himawari. Uty, Viny, Hanna sama Della. Yak, fokus ke tengah. Viny sama Hanna, tapi cenderung ke Viny. Pokoknya Viny adalah Ratu malam tadi. Lanjut MC, gue agak lupa pada ngomong apa. Kalo ga salah Hanna ngomong sodok-sodok gitu, dan wota Spiderman ngakak mulu. --"

     Takeuchi Senpai, Sonna Konna Wake de, Deja Vu. Gue ga paham semua lagunya. Fokus total ka Viny. Apalagi pas di Deja Vu, rambutnya berantakan dan berkeringat. Wajah cantiknya makin seksi. Keren pokoknya! Lanjut MC sama Yuuhi wo Miteiruka. Abis!

     Encore, Lay Down. YEAH! Paling gue tunggu dan ga mengecewakan. Viny galak, men! Yupi tetep keliatan lucuk. --" Sayang ga ada Noel sama Donat yah? Hahaha. Headbangnya bikin badan panas dingin, apalagi headbang solo-nya Naomi. UWAAAWW!! Tapi fokus udah jelas ke Viny. Iya, Vin. Kamu Ratu malam ini dan gue berlutut di depanmu. Halah. Lanjut MC, bikin gue bete. Unitsong selanjutnya mood gue turun, apalagi Viny jadi di sisi jauh. Tapi Hanna, Yona sama Lidya berhasil jadi obat di lagu Bingo. Tapi yang gue prediksi malah versinya Vit Alian, jadi gue udah ga fokus. >,< Boku no Taiyo. Viny terlalu jauh. Udah, gitu aja. Show selesai, dan handshake. Yang gue ajak ngomong cuma beberapa aja, bilang "Matur nuwun" buat Rona, ucapin selamat ulang tahun buat Hanna walaupun cuma dibales senyum, dan gue tanya Lidya "Viny mana?" Dijawab dengan agak ketus, "GA ADA" yaelahbro. But, it's ok. Lidya mungkin udah terlalu cape, gue mesti maklumin itu. :)) Dan ternyata Viny sama Yona lagi DS. Aematek! Pas gue jalan ditawarin sama Viny ternyata, tapi gue ga ngelihat Viny. Maafin aku, Mama Dinosaurus! :(



     Di luar theater. Gue fotoin banner-banner. Gue tanya Oji sama Septian fotoin ga, dan ternyata mereka takut fotonya gue edit. :v Ya udah, gue foto sendiri. Di deket pintu gue foto sambil gaya gigit jari, dan ternyata ada Nadila mau masuk, depan pintu malah berhenti ngeliatin gue. Hanna juga ngintip dari dalam ternyata. Fix, gue pasti dikira terong dicabein. --" Habis itu pulang dah. Selesai! Hahahahahahahaha. Viiiiiinnn, Kangen. :(

Tuesday, January 21, 2014

#HBD21stPapaDinosaurus

Happy birthday to me! Taadddaaa.. Teroreeettt... Prepetprepetprepet.. Munarooohh~

     Iya. Hari ini gue ulang tahun yang ke-21 tahun. Dalam rangka ulang tahun gue ini, sebenernya gue udah nyiapin hashtag #HBD21stPapaDinosaurus, sayangnya yang pake cuma dikit. Maklum, bukan artis.Sebelumnya gue mau ceritain tentang maksud hashtag tersebut. Elemen pertama adalah HBD, artinnya Happy BirthDay. Lalu 21st, menjelaskan usia gue yang udah masuk 21 tahun. Dan yang terakhir adalah Papa Dinosaurus, apa maksudnya? Lalu siapa Mama Dinosaurusnya? Kalau suka JKT48 mungkin tau ya. Mama Dinosaurus itu panggilan Yupi kepada Viny, sedangkan Viny panggil Yupi Baby Dinosaurus. Terus Papanya siapa? Nah, maka dari itu gue ambil kesempatan pake nama Papa Dinosaurus itu. Ingat, Papa Dinosaurus bukan Papa Raurus. *eh

     Ulang tahun kali ini biasa aja sih, sama kaya sebelumnya. Yang bedain sekarang mungkin gue lagi ga bisa traktir temen-temen gue kaya tahun-tahun sebelumnya. Maklum lah, gue lagi menjajaki dunia baru. Gue sih ga berharap ada yang kasih kado, bingkisan, kue atau apalah itu. Doa juga hadiah yang baik kok. Oh, iya. Gue juga ada beberapa kejadian yang berkesan di beberapa tahun ke belakang pas ulang tahun. Ini dia!

1. Dikerjain Temen Sekelas

     Kejadian ini terjadi pas gue masih kelas 11 SMA, Tahun 2010 kayanya. My sweet seventeen. Jadi waktu itu lagi classmeeting, ga ada pelajaran. Kebetulan gue lagi nonton futsal di lapangan, tiba-tiba temen gue ngucapin selamat ulang tahun lewat speaker kantor TU. Ebuseh! Panik gue. Ini acara apaan coba? Untung yang lain cuma pukul-pukul manja, bukan sampe siram-siram. Tapi tetep aja malu lewat speaker TU. Pas udah bel pulang gue kira aman, ga taunya jaket gue diumpetin. Yassalam! Gue cari, ternyata diumpetin di bawah meja guru. Pas gue balik badan, PLAK! Mendarat lah tepung di muka gue. Habis tepung, terbitlah air. Gue disiram sampe lengket semua. Ya, meskipun gue 2 kali malu hari itu, tapi gue gembira banget. Terima kasih, kawan-kawan. I Miss U! :'


2. Dicuekin Pacar

     Ini juga terjadi pas gue masih labil. Sekarang sih agak labil aja. Haha. Jadi ceritanya gue seharian dicuekin sama ini orang. Gue telepon ga dibales, gue sms ga diangkat. Eh, kebalik ding. Ya namanya abege ya, pastinya jadi khawatir, apalagi sama pacar. Gue mikir aneh-aneh. Misalnya, "Duh, jangan-jangan pacar gue diculik naga-naga Indosiar!" atau "Jangan-jangan ini jangan-jangan!" Dan setelah lebih dari 24 jam dicuekin, ga dihubungin dia cuma sms singkat tanpa ngucapin selamat ulang tahun. Ya. Kamu jahat! Untung udah mantan. *eh


3. Gue Ga Diapa-apain

     Iya. Gue ga diapa-apain. Udah gitu aja.


     Sebenernya masih banyak kejadian yang terjadi pas gue ulang tahun. Mulai dari gue yang malah ditraktir orang, tiba-tiba ada didatengin cewek di rumah, dan banyak lagi. Tapi ga perlu lah diceritain. Lagian juga kurang mengenakkan. Makasih ya buat yang udah kasih ucapan selamat, doa dan harapannya. Semoga Allah membalas dan mengabulkan doa dah harapan kalian, Amien! Oke, gue udah 21 tahun. Umur yang lebih dari cukup untuk jadi lebih sangar. Waktu menuju masa depan juga udah singkat, gue mesti jadi lebih dan lebih. Ga selamanya gue hidup buat seneng-seneng. Sekali lagi, terima kasih doanya. :))

Monday, January 20, 2014

Macam-Macam Penyiksaan

     Ini bukan berita kriminal. Percayalah! Lalu kenapa judulnya begindang? Entahlah. Yang pasti kemaren ada yang BBM gue minta dibikinin artikel semacam ini. Gue juga bertanya-tanya, emang dia abis disiksa kaya gimana? Apanya yang luka? Perlu bantuan ngga? Dan kebetulan yang BBM gue ini cewek, gue mau tanya perlu nafas bantuan ngga? Ah, sudahlah. Kebetulan sih gue juga lagi tersiksa. SAKIT! Baiklah, langsung saja gue bahas tentang penyiksaan dalam versi lain. Ingat, ini bukan berita kriminal! Sebagai pengingat, gue ga akan bahas tentang penyiksaan dalam arti kekerasan.

1. Penyiksaan Teman Terhadap Teman

     Ini udah terlalu sering terjadi. Sebagai contohnya, Amira dan Munaroh adalah teman sekelas. Amira tiap sekolah tidak pernah membawa pulpen, setiap hari Amira meminjam pulpen kepada Munaroh. Kalau tiba waktunya istirahat, Amira juga selalu minta dijajanin. Nah, dalam kasus ini siapa yang tersiksa? Jawabannya Bu Maesaroh, pemilik kantin sekolah. Soalnya Munaroh suka ngutang. Eh, salah. Yang tersiksa tentu saja Munaroh. teman macam apa kalau sukanya cuma ngerepotin? Itu namanya udah penyiksaan. Iya, penyiksaan terhadap isi dompet! Tolong jangan ditiru ya, adik-adik! Ibu penjaga kantin kan juga jadi kasihan. Kalau ini terjadi di kamu, mungkin kamu perlu bikin program seperti yang dilakukan Munaroh, #KoinUntukAmira.

2. Penyiksaan Perasaan Kepada Pemiliknya

     Sudah familiar? Jangan-jangan kamu korban? Ya kan? Ya kan? YA KAAAANNN??? Sama. T,T

*backsound: Air Mata Perasaan yang Tak Tersampaikan*

     Penyiksaan jenis ini kebanyakan menyerang para pencinta yang tidak berani memperjuangkan cintanya. Perasaan itu seperti bakat. Jika dipendam akan sia-sia selamanya. Perasaan akan bergejolak ketika kau tak berani mengungkapkannya, dan itu akan jadi semacam penyakit di hati. Kalau udah gini gimana? Emosimu bakal ikut bergejolak juga. Ga percaya? LIHAT GUE! *eh Makanya, belajarlah jujur mulai sekarang, jika kusuka kan kukatakan suka. Tak kututupi kukatakan sejujurnya. Lirik itu mungkin pas buat kamu yang sedang jatuh cinta. Kentut aja kalau ditahan sakit, apalagi perasaan? Hayoooo....

3. Penyiksaan Idola Kepada Fansnya

     Memasuki sesi curhat! Ciiieee... Suwiwiiieett.. Ini sebenernya masih termasuk yang di nomor 2, tapi kali ini gue buat sendiri di sesi curhat. Jangan lupa hesteknya tetep #CurhatAbbas. Duh.

     Mana ada idola yang nyiksa fansnya? Ada. Cuma mereka melakukannya secara tidak sadar, dan si fans ini juga terlalu khilaf. Masalah ini juga terjadi sama gue. Ketika gue ngelihat senyumnya Viny kok adem banget ya? Lalu gue melayang-layang. Dan setelah gue periksa ternyata lemari es yang ada di samping gue kebuka. Kalau gue tersiksa karena Viny gini yang salah siapa? Ya gue sendiri. Sebenernya kan si Viny juga ga ada niat buat gue suka sama dia, mungkin yang dia harapin dukungan gue buat dia. Dia cuma menjalankan pekerjaannya sebagai entertainer dan dia sedang merajut impiannya itu. Dan celakanya gue tahu kalau Viny itu termasuk orang yang percaya sama impian dia sendiri, kaya gue. Jadi gue kaya ngerasa cocok aja. Halah. Dan gue sebagai penikmat hiburan, terjerumus sedikit agak dalam. Jika diperingkatkan ini masih khilaf siaga 2. #Plak. Ah, udah ya. Gue curhat tentang Viny melulu?  Oke, hesteknya #ArieKangenViny.


     Ya begitulah beberapa penyiksaan dalam versi gue. Sebenernya masih banyak lagi, cuma gue lagi ga bisa maksimal nulisnya. Gue lagi ada di tempat yang baru. Kalau gue biasanya nulis sambil pake headset dengan tenang di kamar, kali ini gue di tempat yang super rame sama kendaraan yang lalu lalang. Iya, ini karena perpindahan, dan gue belum bisa beradaptasi. Gue belum bisa move on dari kebiasaan sebelumnya, dan gue juga belum bisa move on dari gadis yang ada di hati ini, Vi**. :')

Wednesday, January 8, 2014

CERPEN: Cinta Abu-Abu





“Udah kelar kuliahnya?” Begitu bunyi chat Dion kepada Eno.
“Belum, bentar lagi. Tumben ngechat? Hahaha.” Balas Eno.
“Kangen.”
“Hahaha.. Pale lu jajaran genjang!”
“Ciyus ini?”
“Ciyus? Ciyus apa?”
“Miley Ciyus. Twerking yuk? Halah. Main yuk?”
“Hah? Ke mana? Tumben ngajak main?”
“Ke mana kek, yang penting romantis.”
“Mulai deh. Ya udah, jam 7 malam entar yak!”
“Siap, Buuukkk…”

     Begitulah percakapan di whatsapp antara Dion dan Eno, sepasang anak manusia yang bisa dikatakan sedang terjebak dalam perasaan cinta abu-abu. Mereka saling mengenal sekitar dua tahun yang lalu di tempat kerja Eno yang lama. Sebagai cowok, Dion yang melihat sesosok gadis manis langsung pasang aksi, dia mulai dari sok asik hingga sok pandai menggoda. Hingga akhirnya si Dion berhasil mendapatkan nomer hape Eno. Mereka jadi sering SMS-an, tapi tidak pernah telepon. Maklum, anak irit. Sejak saat itu mereka makin dekat hingga hubungan mereka abu-abu seperti ini.

“Gue udah di TKP nih!” Dion mulai menghubungi Eno.
“Gue lagi di taman, No!” Dion menambahi. Tapi Eno tak juga membalas.
“Bagaimana?” Dion tanya lagi.
“Eh, aku SMS tadi. Oke, aku cus!” balas Eno.
“Hah, SMS?” Dion bingung. Lantas dia cek hape dia yang lain.
“Emaap, ga tau ada sms. Ya udah cepet ke sini.” Balas Dion.

     Tak berapa lama Eno datang sambil tertawa.
“Ih, gendut!” Eno berteriak.
“Iiihh.. Makin cantik!” Balas Dion.
“Ke mana nih?” Tanya Dion.
“Ya berdiri aja.” Jawab Eno.
“Ga enak kheleus. Ke sana aja.” Dion mengajak pindah ke kursi taman.

“Eh, kita mau ngapain ngomong-ngomong?” Tanya Dion.
“Ga berubah ya. Lu yang ngajak lho! Kok malah bingung?” Eno menggerutu.
“Gue juga ga tau. Hahaha.”
“Ya udah, kita mandangin rumput.” Eno menjawab agak ketus.
“Eh, aku kangen tauk!”
“Miley Ciyus?”
“Jelaslah! Justin Bieber!”
“Lu mah ga pernah serius!” Eno mulai agak kesal.
“Kalau gue serius mah kita udah jadian dari dulu.”
“Hah? Maksud lu, Yon?”
“Iya. Gue masih suka kali sama lu!”
“Lu telat sih dulu. Padahal yang gue tunggu dulu itu lu yang pertama nembak gue. Dari beberapa cowok yang deket sama gue, sebenernya temen gue juga paling dukung gue sama lu. Tapi lu kaya ga serius sih.”
“Ya bukannya ga serius, No. Cuma gue ga pengen buru-buru waktu itu.”
“Gue juga ga suka buru-buru sih. Tapi kalau kelamaan juga berjamur, Yon!”
“Ya, gue tau. Padahal waktu itu gue udah persiapin rencana buat nembak lu. Tapi lu keburu jadian sama si itu.”
“Ya, ya udah sih.” Eno memotong perkataan Dion.
“Ya kalo gue ulang sekarang gimana? Oke lah. Gue masih sayang sama lu! Ini terserah mau lu jawab apa ga.”
“Eh, lihat, Yon. Bintangnya terang ya!” Eno mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Eno.. Aku tau kalau LDR nanti bukan hadiah yang pas kalau lu jawab iya sekarang. Tapi ya gimana lagi. Gue baru berani ngomong sekarang lagi.”
“Bukannya aku ga mau. Cuma aku takutnya nanti kamu gimana di sana. Kamu bisa kok dapat pacar di tempat lu yang baru dengan cepat. Gue kadang ga percaya cowok kaya lu bisa ga punya pacar.”
“It’s Okay! Gue ga mau menjelaskan alasan. Kalau gue banyak alasan makin ngejelasin kalau gue emang kaya cowok pembual. Emang sih gue pembual, tapi ga kaya gitu juga. Hahahaha.” Dion mencoba mencairkan suasana.

     Dion yang baru bisa ketemuan lagi dengan Eno memang berniat untuk pindah tempat tinggal. Makanya Dion mengajak Eno ketemuan. Alasannya Cuma satu, agar dia tak menyesal karena tak sempat mengungkapkan perasaannya kepada Eno.

“Eh, iya cokelat yang dulu lu kasih itu gue makan sendiri lho! Padahal biasanya kalau gue dapat cokelat dari yang lain gue kasih lagi ke orang lain.”
“Hah?” Dion kaget.
“Iya, bener. Bungkusnya aja gue simpen sampai beberapa bulan sebelum dibuang sama Tante gue!”
“Plis lah, Eno! Kenapa lu ga kasih kode gue? Apa gue yang ga peka?” Dion terlihat menyesal.
“Haha. Udahlah. Mungkin ini emang takdir kita. Selama ini juga lu ga nyari gue sih.”
“Iya sih. Kalau boleh ulang, gue masih sayang lu, No!”

     Mendengar ucapan Dion, Eno hanya tersenyum. Lalu mereka beranjak dari tempat itu dan bergegas pulang. Mereka yang terjebak oleh cinta abu-abu, tak sanggup menjawab tantangan jarak yang akan segera memisahkan. Ya, begitulah takdir. Segala kemiripan dan kecocokan yang dimiliki sepasang manusia, belum tentu bisa bersama. Bahkan perasaan yang sama pun tak bisa menolak jika takdir yang berkata. Cinta Abu-Abu. :’)



Seperti yang sudah-sudah. This is my real story. :')