Apa kabar kamu? Kamu tau ga kalo aku pagi ini masih bangun? Kamu tau ga kalo aku lagi kangen kamu? Hehehe.
Kamu inget ga pertemuan pertama kita? Iya, waktu itu aku ke tempat kerja kamu. Aku waktu itu lagi keras sebenernya sama diri aku sendiri, sama hati juga. Iseng-iseng, bilang ke kamu buat sms aku. Hehehe. Tapi aku tau sih ga mungkin kamu mulai duluan. Akhirnya aku deh yang memulai. Kita sms-an, terus aku tanyain twitter kamu. Aku stalk, dapat fesbuk kamu juga. Lucu banget waktu itu. Ga berapa lama aku nemuin kesamaan antara kita, iya, kita suka gila. Kita punya idola yang sama, Raditya Dika.
Seiring berjalan waktu, aku kode kamu kode. Hihihi. Indah banget waktu itu. Aku sering main ke tempat kerja kamu cuma buat nyari wifi gratis. Aku juga masih inget waktu ngasih cokelat ke kamu, terus diciein Mbak Pijar. Aku masih inget sih ekspresi wajah kamu waktu itu. Beberapa hari kemudian aku denger kamu udah jadian sama si ini. Aku sih strong, cuma jadi agak risih jadinya. Maaf ya. Dari itu juga kita jadi jauhan, kita kaya udah bukan kita yang dulu.
Sudah beberapa bulan sejak hal yang tak mengenakkan itu, kita bertemu di suatu senja. Seperti biasa, kamu masih cantik. Saat itu kamu sudah sendiri lagi sepertinya. Aku jalan aja waktu itu, agak pengen cuek aja sebenernya. Songong ya? Hehe. Eh, kamunya malah dadah-dadah ke aku. Gimana ga meleleh coba? Hati ini kan jadi lembab. Apadeh. Terus kita.... Ehhmm... Cuma salaman. Halah.
Sejak saat itu kita mulai sering kontak lagi. Tak lama, aku memutuskan untuk pindah ke Depok. 2 hari sebelum berangkat, kita masih sempat jalan berdua, padahal tempatnya ga ngenakkin. I'm sorry. Kita mulai berbisik mengulang memory, dan aku ungkapin apa yang tak sempat aku ucap dulu. Sayang sih, aku harus pindah jauh.
Saat aku sudah di Depok, kita masih sering berhubungan. Aku masih suka kirim lagu buat kamu, nyanyi buat kamu, juga bikin video yang musiknya menyayat hati itu. Tapi nyatanya perahu kita tak bisa berlayar dengan jarak yang jauh. Hehe.
Saat kamu tau aku sudah punya pacar lain, kamu selalu mengawali obrolan dengan kata, "Hai, pacar orang." Itu sakit sih sebenernya. Padahal harusnya, "Hai, pacarnya akuh." Uh, kangen sama gilanya kamu.
Seperti yang pernah aku ucapin dulu sih, "Memang banyak, tapi kamu cuma satu. Dan kamu emang beda." Rasanya aku gagal move on dari gilanya kamu. Iya, kamu yang kadang lebih gila dari aku, lebih bodoh dari aku. Semoga kamu mau baca ini ya. Iya, ini cuma buat bilang kalau aku kangen kamu. Eh, iya. Perahu aku sekarang sedang berlayar lagi, menanti pelabuhan yang ramai selayaknya pelabuhan yang kamu punya.
Have a nice future, Vian. :)
Dari Pelaut yang Gagal.
Arie.

No comments:
Post a Comment