Alkisah, ada seorang cowok berwajah tampan, dia bernama Erik, seorang resepsionis di tempat karaoke. Sore itu, Erik sedang bertugas di tempat kerjanya. Menjelang shift nya berakhir, datanglah 2 orang gadis manis. Mereka langsung mengurus administrasi ke bagian resepsionis yang sedang dijaga Erik. Erik merasa tertarik dengan kehadiran 2 gadis itu. Erik mencoba untuk mengajak kenalan salah satu dari mereka yang diketahui bernama Yui. Sial bagi Erik, saat itu sedang ada bos di samping Erik. Seketika Erik harus mengurungkan niatnya untuk berkenalan dengan Yui. Sebenarnya hal yang membuat Erik tertarik dengan Yui adalah hal sepele, saat itu Yui sedang mengenakan sepatu kets. Memang Yui berwajah cantik, dan itu mengingatkan Erik pada mantan calon pacarnya yang dulu, saat itu Erik ditolak sebelum menembak.
Erik mulai berpikir keras, bagaimana caranya agar dia bisa berkenalan dengan Yui. Shift kerjanya akan berakhir 1 jam lagi, tapi Yui selesai karaoke nya 2 jam lagi. Terlalu lama jika Erik harus menunggu Yui hingga pulang, bisa saja Yui menambah durasinya. Tak kehilangan akal, Erik pun mencatat no. handphone nya di secarik kertas diakhiri dengan emoticon ':)'. Lalu dia menitipkan kertas itu pada teman yang bertugas malam.
Perasaan galau bergejolak di batin Erik. Berhasilkah teman-temannya menjalankan misi yang dia berikan? Setelah menunggu dua setengah jam, akhirnya ada SMS konfirmasi dari temannya itu bahwa misi berhasil dijalankan. Erik sangat lega membaca SMS dari temannya itu. Segera saja dia kembali ke tempat kerjanya untuk meminta no. handphone yang berhasil didapat teman-temannya. Erik datang sambil membawa bakso sebagai rasa ungkapan terima kasihnya. Pertama Erik SMS, tak ada respon. Erik mencoba untuk tetap tenang. Lalu dia makin gelisah setelah 30 menit SMSnya tidak dijawab, lalu dia mencoba mengirim pesan kembali. Tak ada respon lagi, Erik melihat no. itu lagi. Astaga, no.nya salah!
"Pantas saja tidak dibalas, gue salah tulis. Bego!" Erik membatin penuh emosi.
Erik sekarang mencoba mengirim SMS kembali ke no. handphone yang benar.
"selamat malam, benar ini Yui?" bunyi SMS pertama Erik. 10 menit pertama tak ada respon, Erik mengirim SMS lagi, "eh, belum kasih tau. ini Erik, resepsionis yang di tempat karaoke tadi"
Tuuut... Tuuutt... Handphone Erik berbunyi, Erik buru-buru membuka handphone nya.
"eEaAA.. bEtuLL iNNi YUi." Degg.. Erik mulai merasa tidak nyaman dengan isi SMS itu. Erik mencoba untuk tetap tenang, semoga saja Yui typo.
"Mba Yui punya facebook atau twitter ga? boleh dong!" bunyi SMS Erik.
"Yui TtakmngenalChintta. cAri AjjHa ndiRi EEeeAaA.." Erik semakin merasa tak nyaman dengan pesan itu. Lalu Erik menyalakan laptopnya, dia mulai mencari akun facebook Yui. Dia mulai membaca satu-persatu status yang pernah ditulis Yui, dia mulai merasa sakit mata. Lalu dia mengakhiri aktivitasnya dengan menulis status, "*jalan mundur*". Iya, Erik menyatakan mundur dari medan PDKT ini.
Erik yang semula senyum-senyum mendadak murung. Dia pikir bisa berkenalan dengan gadis manis seperti mantan calon pacarnya yang baik dan tentu saja tidak membuat sakit mata jika membalas SMS. Pelajaran yang didapat Erik sangatlah berharga hari ini. Fisik dan style seseorang kadang memang berbanding terbalik. Dan dia merasa dilema hari ini cukup sudah. Iya, dilema. Gadis Manis dan Caps Lock Konslet adalah dilema untuk matanya hari ini.
Friday, August 31, 2012
Wednesday, August 29, 2012
Hidup Itu Berpelangi
Hari ini banyak hal yang aku temuin. Tidak, tapi sangat banyak! Iya, sangat banyak! Mulai dari hal yang bisa buat aku trenyuh, sampe hal yang aku sukai. Kadang terlihat tak adil, kadang terlihat tak seimbang, kadang menyedihkan, tapi ada saatnya juga semua terbalik menjadi keindahan. Ya, Hidup Itu Berpelangi.
Pagi hari, atau tepatnya menjelang siang. Aku sedang dalam perjalanan pulang sepulang dari tempat yang sangat aku rahasiakan. Entah sengaja ataupun tidak, jam tersebut bertepatan dengan jam pulang sekolah dari anak-anak sekolah luar biasa, atau SLB. Kulihat mereka ceria sekali bisa pulang bersama teman-temannya. Namun, dibalik keceriaan mereka, pastilah mereka pernah berpikir kenapa mereka berbeda dengan anak-anak yang normal? Kebetulan aku orangnya emang gampang trenyuh, jadi ngelihat mereka aku jadi ngerasa kasihan sama mereka. Aku langsung teringat film 'Rumah Tanpa Jendela', 'Surat Kecil Untuk Tuhan' dan 'Ayah, Mengapa Aku Berbeda?' Ketiga film tersebut adalah film yang berhasil membuatku tersentuh, bahkan hingga aku meneteskan air mata. Cengeng? Bukan sih, cuma aku kan orangnya mudah trenyuh. Aku mulai ngebayangin gimana Emir Mahira yang ga diterima sama Maudy Ayunda, gimana aktingnya Dinda Hauw yang bisa buat orang bermandikan air mata di film SKUT sama AMAB. Tapi, ada yang bisa dipetik di film-film itu. Contohnya, di film AMAB Angel (Dinda Hauw) mempunyai bakat yang luar biasa sebagai pianis, padahal di film tersebut dia seorang tuna rungu. Jadi, semua orang emang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Buat adek-adek yang tadi, semangat yah. Kalian bisa jadi yang terbaik kok! :')
Beranjak sore, aku pergi ke alun-alun kota. Niatnya sih jogging sore, tapi ga tahu kenapa baru 5X putaran di jogging track udah capek banget. Ya udah sih, aku istirahat aja. Sambil istirahat, aku lihat kiri kanan, tapi ga ada pohon cemara! Eh, salah. Maksudnya aku lihat ada anak SMP main basket, mendekat deh aku. Aku perhatiin mereka satu-satu, aku lihat cara main mereka. Pengen sih ikutan main, udah lama ga basket soalnya. Tapi ga jadi deh ikut mainnya. Aku perhatiin sepatu mereka, ih wow, emejing banget! Luxury Shoes! Padahal aku pas SMP-SMA kalau basket cuma pake sepatu kets 90 ribuan. Beda banget yah? Tapi aku ga ngerasa kalah kok sama mereka. Ternyata cara main mereka masih terlalu lucu, dribel bola posisi tangan sering salah, pivot salah tumpuan, shot kurang kenceng. Emang sih mereka masih SMP, tapi paling ga dribelnya bisa kali diperbaikin. Tapi semua itu emang butuh proses sih. Dibalik itu semua, ada satu yang buat aku hampir-hampir pingsan. Halah! Ada anak cewek yang pake baju kuning, kawaii dah posturnya. Berwajah melankolis, ga tinggi tapi mainnya di posisi center. Anaknya cant... *ilang sinyal*
Itu aja deh yang aku ceritain kali ini. Buat yang tadi pake baju kuning, kalau kamu baca ini hubungi aku yah! Aku rasa kamu warna kuning di pelangi ku itu deh! Sorry ye ceritanya agak maksa, namanya juga masih belajar. :D Eh, iya, buat yang namanya Via juga! Wajahnya mirip banget sama Beby JKT48. Kalau baca ini juga, hubungi aku ya! Hahahaha...
Pagi hari, atau tepatnya menjelang siang. Aku sedang dalam perjalanan pulang sepulang dari tempat yang sangat aku rahasiakan. Entah sengaja ataupun tidak, jam tersebut bertepatan dengan jam pulang sekolah dari anak-anak sekolah luar biasa, atau SLB. Kulihat mereka ceria sekali bisa pulang bersama teman-temannya. Namun, dibalik keceriaan mereka, pastilah mereka pernah berpikir kenapa mereka berbeda dengan anak-anak yang normal? Kebetulan aku orangnya emang gampang trenyuh, jadi ngelihat mereka aku jadi ngerasa kasihan sama mereka. Aku langsung teringat film 'Rumah Tanpa Jendela', 'Surat Kecil Untuk Tuhan' dan 'Ayah, Mengapa Aku Berbeda?' Ketiga film tersebut adalah film yang berhasil membuatku tersentuh, bahkan hingga aku meneteskan air mata. Cengeng? Bukan sih, cuma aku kan orangnya mudah trenyuh. Aku mulai ngebayangin gimana Emir Mahira yang ga diterima sama Maudy Ayunda, gimana aktingnya Dinda Hauw yang bisa buat orang bermandikan air mata di film SKUT sama AMAB. Tapi, ada yang bisa dipetik di film-film itu. Contohnya, di film AMAB Angel (Dinda Hauw) mempunyai bakat yang luar biasa sebagai pianis, padahal di film tersebut dia seorang tuna rungu. Jadi, semua orang emang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Buat adek-adek yang tadi, semangat yah. Kalian bisa jadi yang terbaik kok! :')
Beranjak sore, aku pergi ke alun-alun kota. Niatnya sih jogging sore, tapi ga tahu kenapa baru 5X putaran di jogging track udah capek banget. Ya udah sih, aku istirahat aja. Sambil istirahat, aku lihat kiri kanan, tapi ga ada pohon cemara! Eh, salah. Maksudnya aku lihat ada anak SMP main basket, mendekat deh aku. Aku perhatiin mereka satu-satu, aku lihat cara main mereka. Pengen sih ikutan main, udah lama ga basket soalnya. Tapi ga jadi deh ikut mainnya. Aku perhatiin sepatu mereka, ih wow, emejing banget! Luxury Shoes! Padahal aku pas SMP-SMA kalau basket cuma pake sepatu kets 90 ribuan. Beda banget yah? Tapi aku ga ngerasa kalah kok sama mereka. Ternyata cara main mereka masih terlalu lucu, dribel bola posisi tangan sering salah, pivot salah tumpuan, shot kurang kenceng. Emang sih mereka masih SMP, tapi paling ga dribelnya bisa kali diperbaikin. Tapi semua itu emang butuh proses sih. Dibalik itu semua, ada satu yang buat aku hampir-hampir pingsan. Halah! Ada anak cewek yang pake baju kuning, kawaii dah posturnya. Berwajah melankolis, ga tinggi tapi mainnya di posisi center. Anaknya cant... *ilang sinyal*
Itu aja deh yang aku ceritain kali ini. Buat yang tadi pake baju kuning, kalau kamu baca ini hubungi aku yah! Aku rasa kamu warna kuning di pelangi ku itu deh! Sorry ye ceritanya agak maksa, namanya juga masih belajar. :D Eh, iya, buat yang namanya Via juga! Wajahnya mirip banget sama Beby JKT48. Kalau baca ini juga, hubungi aku ya! Hahahaha...
Monday, August 27, 2012
Jaman Dulu Itu...
Assalamu'alaikum... Selamat malam, penggemar! Gimana kabar kalian? Sukseskah melewati malam minggu dalam kehampaan? Moga pada cepet move on ya, jangan kaya PSSI yang ga kunjung move on.
Buat yang belum move on, mari saya bantu untuk tetap "TIDAK" move on. Mari kita mengorek masa lalu, karena survey membuktikan kalau mengorek masa lalu lebih baik daripada mengorek upil di depan umum. Sudah siap? Nanti dingin loh! Lah, adegannya Afika ini mah.
Jaman dulu itu... Tenang! Tak banyak tempat yang kasih ketenangan jaman sekarang, padahal jaman dulu itu yang punya motor dalam satu RT mungkin cuma 2! Iya, jamannya Pak Ogah masih gondrong. Coba kalau sekarang? Orok baru SD aja udah pada naik motor. Saking banyaknya motor nih, jalanan sering banget macet. Beruntung sih buat aku tinggal di kampung yang macetnya kalau pas ada karnaval atau tahun baru aja. Coba yang di Jakarta misalnya, saking macetnya banyak dibangun jalan-jalan baru. Terus, akibatnya apa? Banyak orang ga punya WC sendiri, jadinya tiap mau pup pada bayar. Kalau ga gitu pada pup sembarangan! Miapah? Ciyuss? Enelan?
Jaman dulu itu... Lagu anak-anak itu balonku ada lima, beda sama anak sekarang yang udah cari jodoh! Iye, dulu anak TK maenannya balon, nah kalau sekarang pada maenan jodoh. Anak SD udah pada pacaran, itu harusnya belum boleh. *kemudian jomblo-jomblo tepuk tangan* *jomblo-jomblo teraniaya mulai ngerasa punya banyak teman* Mending jaman SD itu di pake buat maen lari-larian sama temen, jangan lari-larian di hati pasangan masing-masing. *jomblo-jomblo mulai yakin bahwa mereka akan segera memiliki teman baru* Mendingan kalian nemenin jomblo-jomblo karatan yang lagi pada ngambang di kali! Horreeee... Jomblo-jomblo punya banyak temen! Selamat ya, mblo!
Jaman dulu itu... Warnet belum banyak kaya sarang laba-laba yang ada di hati para jomblo. Anak-anak maennya biasa di lapangan. Yang ada di kantong mereka kelereng, bukan gadget-gadget kaya sekarang. Jaman itu mah Pak Pos masih sibuk.
Jaman dulu itu... Pokoknya jaman dulu itu indah banget. Terlalu banyak kenangan yang tak tersampaikan disini, terlalu indah masa kecilku untuk diceritakan dalam kata-kata sederhana. Dan saat ini, aku bisa menitikkan air mata jika harus mengingat hal-hal terindah itu. Kapan lagi aku bisa mandi di sungai? Aku juga udah ga pernah maen ke sawah sekedar mencari belut, maen layangan, atau bahkan ngerusak sawah orang. Hidupku udah terlalu sibuk untuk mengulang masa kecil, dan aku juga udah banyak kehilangan orang-orang yang dulu membuatku bahagia "tanpa uang". Iya, dulu bahagia banget maen tanpa uang itu. Mungkin cuma do'a-do'a aja yang bisa aku kasih buat mereka yang udah tiada, mereka yang membuat masa kecilku takkan terlupa. Terima kasih buat semuanya.
Jaman dulu itu... Udah lewat! Iya, semua udah terlewatkan. Saatnya kita berpikir untuk kedepannya. Kita perbaiki yang kurang baik di diri kita di masa lalu. Tak perlu terlalu galau jika ingat masa lalu. Begitu pun aku, persetan dulu punya pacar-pacar cantik. Mereka pun pasti juga ngerasa masa bodo punya pacar yang ganteng kaya aku. Kalau kamu memang bisa, kenapa tidak? Kamu bisa, mblo! Anggap masa lalu sebagai pelajaran, lihatlah kebelakang saat kamu kehilangan pegangan. Tapi ingat, hanya sebagai acuan kemana kamu akan berubah nantinya. Lewat artikel ini juga, aku harap kalian ga pernah membayangkan saat Pak Ogah masih gondrong. Sekarang Pak Ogah udah bahagia jadi pelatihnya Chelsea.
Buat yang belum move on, mari saya bantu untuk tetap "TIDAK" move on. Mari kita mengorek masa lalu, karena survey membuktikan kalau mengorek masa lalu lebih baik daripada mengorek upil di depan umum. Sudah siap? Nanti dingin loh! Lah, adegannya Afika ini mah.
Jaman dulu itu... Tenang! Tak banyak tempat yang kasih ketenangan jaman sekarang, padahal jaman dulu itu yang punya motor dalam satu RT mungkin cuma 2! Iya, jamannya Pak Ogah masih gondrong. Coba kalau sekarang? Orok baru SD aja udah pada naik motor. Saking banyaknya motor nih, jalanan sering banget macet. Beruntung sih buat aku tinggal di kampung yang macetnya kalau pas ada karnaval atau tahun baru aja. Coba yang di Jakarta misalnya, saking macetnya banyak dibangun jalan-jalan baru. Terus, akibatnya apa? Banyak orang ga punya WC sendiri, jadinya tiap mau pup pada bayar. Kalau ga gitu pada pup sembarangan! Miapah? Ciyuss? Enelan?
Jaman dulu itu... Lagu anak-anak itu balonku ada lima, beda sama anak sekarang yang udah cari jodoh! Iye, dulu anak TK maenannya balon, nah kalau sekarang pada maenan jodoh. Anak SD udah pada pacaran, itu harusnya belum boleh. *kemudian jomblo-jomblo tepuk tangan* *jomblo-jomblo teraniaya mulai ngerasa punya banyak teman* Mending jaman SD itu di pake buat maen lari-larian sama temen, jangan lari-larian di hati pasangan masing-masing. *jomblo-jomblo mulai yakin bahwa mereka akan segera memiliki teman baru* Mendingan kalian nemenin jomblo-jomblo karatan yang lagi pada ngambang di kali! Horreeee... Jomblo-jomblo punya banyak temen! Selamat ya, mblo!
Jaman dulu itu... Warnet belum banyak kaya sarang laba-laba yang ada di hati para jomblo. Anak-anak maennya biasa di lapangan. Yang ada di kantong mereka kelereng, bukan gadget-gadget kaya sekarang. Jaman itu mah Pak Pos masih sibuk.
Jaman dulu itu... Pokoknya jaman dulu itu indah banget. Terlalu banyak kenangan yang tak tersampaikan disini, terlalu indah masa kecilku untuk diceritakan dalam kata-kata sederhana. Dan saat ini, aku bisa menitikkan air mata jika harus mengingat hal-hal terindah itu. Kapan lagi aku bisa mandi di sungai? Aku juga udah ga pernah maen ke sawah sekedar mencari belut, maen layangan, atau bahkan ngerusak sawah orang. Hidupku udah terlalu sibuk untuk mengulang masa kecil, dan aku juga udah banyak kehilangan orang-orang yang dulu membuatku bahagia "tanpa uang". Iya, dulu bahagia banget maen tanpa uang itu. Mungkin cuma do'a-do'a aja yang bisa aku kasih buat mereka yang udah tiada, mereka yang membuat masa kecilku takkan terlupa. Terima kasih buat semuanya.
Jaman dulu itu... Udah lewat! Iya, semua udah terlewatkan. Saatnya kita berpikir untuk kedepannya. Kita perbaiki yang kurang baik di diri kita di masa lalu. Tak perlu terlalu galau jika ingat masa lalu. Begitu pun aku, persetan dulu punya pacar-pacar cantik. Mereka pun pasti juga ngerasa masa bodo punya pacar yang ganteng kaya aku. Kalau kamu memang bisa, kenapa tidak? Kamu bisa, mblo! Anggap masa lalu sebagai pelajaran, lihatlah kebelakang saat kamu kehilangan pegangan. Tapi ingat, hanya sebagai acuan kemana kamu akan berubah nantinya. Lewat artikel ini juga, aku harap kalian ga pernah membayangkan saat Pak Ogah masih gondrong. Sekarang Pak Ogah udah bahagia jadi pelatihnya Chelsea.
Tuesday, August 21, 2012
Spesies Jomblo yang Mana?
Selamat siang, jomblo-jomblo kesepian. Udah makan opor ayam yang diangetin siang ini? Alhamdulillah, kita bisa berkumpul lagi dalam keadaan ‘tetap’ jomblo. Apa menu kita siang ini? Kita bahas status kita saja, “Spesies Jomblo!”
-Jomblo Galau
Jomblo Galau adalah ‘Jomblo Ga Laku Yau’. Biasanya beranggotakan sekelompok jomblo yang udah mengidap status jomblo menahun. Mungkin diantara mereka ada juga yang senantiasa mencoba peruntungan dengan menjadi ‘kutu loncat’, jadi kalau ditolak satu target pindah ke target lainnya. Tapi ya itu, ga laku. Turut berduka ya, mblo!
-Jomblo Ketam
Ga se-sangar namanya sih, namanya juga ‘Keren Tapi Melambai’. Biasanya berisi para cowok yang pengen jadi boyband. Tau sendiri lah, ya!? Sekelompok anak lelaki yang belum ngemut permen H*xos, jadi tak bersuara rupawan. Jomblo macam ini mudah dekat dengan targetnya, tapi susah dapat cintanya.
-Jomblo Sadis
Sejenis Jomblo yang 'Selalu Ada Tangis'. Jomblo paling boros tisu. Tiap hari nangis pengen punya pacar, tapi ga pernah usaha. Biasanya mempunyai akun facebook dengan nama unik, misalnya, "Akkooh YankMassieh SethiaMenoenggoemoe". Setiap menitnya update status maut, contohnya, "Kamu itu ga pernah ngertiin aku, aku itu sayang banget sama kamu. Tapi, kenapa kamu ga mau tau? Apasih kurangnya aku?" Setiap selesai update status, 2-3 lembar tisu terbasahi. Kadang juga kalo lagi bokek pake serbet.
-Jomblo Sabar
Jomblo yang 'Selalu Berharap'. Mungkin ini jomblo yang paling pasif dalam hal mencari pasangan. Iya, kebanyakan berharap sih. Emangnya pacar bisa dapet dari kupon undian? Please, berhenti mikir gitu. Semua itu butuh proses, berusahalah baru berharap.
-Jomblo Statis
Jomblo terbaik yang pernah ada, Setia Tak Pernah Menangis. Orang ini memilih jomblo karena setia menunggu seseorang. Sebut saja Udin, dia punya pacar namanya Idun. Mereka harus putus karena Idun harus menyelesaikan kuliahnya di Washington, sementara si Udin merantau ke Wamena. Si Udin ga pernah punya pacar lain selama di Wamena, begitu juga si Idun yang di Washington. Idun ga pernah punya pacar lain meskipun punya 2 boyfriend. Boyfriend? Iya, si Idun ga tau artinya boyfriend, makanya punya 2. Jadi, si Udin adalah Jomblo Statis, sedangkan si Idun adalah jomblo jadi-jadian. Contoh lainnya adalah, seseorang memilih jomblo karena maunya cuma sama satu orang. Kalo yang ini jangan ditiru, bisa saja itu suami atau istri orang lain. Setialah pada tempatnya.
Emang sih ga semua jomblo terbahas disini, tapi paling ga kalian jadi tau sedikit-dikit jomblo yang manakah kalian. Yang aku tau, jomblo itu ga perlu buang-buang air mata. Yang ada nanti kamu jadi kekurangan cairan. Kalo kamu capek jadi jomblo, berusahalah dulu. Jadilah jomblo yang baik Kalo kerjaan kamu cuma nangis, sama aja kamu merendahkan diri kamu sendiri. Kamu belum akhil baliqh buat jadi jomblo. Oke, mblo? Udah siap jadi jomblo yang paling baik di dunia? Kalo ga mau jomblo, ga pengen juga punya pacar, cobalah jadi single. Sekian.
Ditulis Oleh,
Menteri Pemberdayaan Jomblo dan Kawanannya
Monday, August 20, 2012
Mencintai Tanpa Difollow
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Pagi!
Mencintai tanpa dicintai. Kata itu terasa begitu familiar di telinga orang Indonesia, terutama para ABG. Iya lah, orang Indonesia paling seneng mewek berlama-lama. Dan akibatnya banyak sinetron yang dibagi menjadi beberapa season, sebut saja "Putri yang Ditukar Season Hujan", mending sih kalo pas musim hujan judulnya gitu. Coba pas musim kawin. (?)
Tapi di artikel ini aku bukan mau ngulas Putri yang Ditukar, soalnya rada-rada sensitif sama nama Putri itu. Iya, mantan gebetan yang tiap di SMS mengundang kata astaghfirullah. Apalagi wajahnya mirip sama Cindy Gulla, member JKT48. Jadi curcol sih? Sudahlah. Oke, tahun 2012 udah ga mukhsin bahas mecintai tanpa mencintai. Kata-kata tersebut sudah ga bisa jadi senjata bagi anak-anak jaman sekarang, emang dengan ngomong gitu udah jadi paling keren sendiri?
Mencintai tanpa difollow. Berbahagialah kalian yang mencintai tapi kena follow, karena rasanya ga sepedih mencintai tanpa difollow. Eh, tapi follow bukan cuma twitter loh ya.. Follow 'kan artinya ikuti, jadi kalo kamu cowok, punya cewek yang ga mau ikuti kamu, mau jadi imam macam apakah kamu? Udah, putusin aja... Tapi, bukan mengajarkan buat seenaknya sama cewek lho, maksudnya cowok itu harus jadi panutan yang baik. Sudah mengerti? Alhamdulillah.
Kalo di dunia twitter, follow itu penting ga penting sih. Kenapa? Karena kita masih bisa berinteraksi dengan lainnya, kecuali akunnya di privat. Tapi kalo kamu ga difollow itu rasanya pasti ada yang kurang. Bahka, saking pengen difollow, orang rela kirim berjuta mention. Coba liat mention yang masuk ke twitternya artis-artis, banyak banget macamnya. Misalnya, "follback dong!", "f0LLb4cK dUnKzZ, q4Q4", "Tolong Bapak difollback, soalnya Bapak ga punya followers." Sebenernya, artis mau follow kita itu tergantung sama amal perbuatan kita dan rasa iba mereka. Iya, contohnya aku sendiri ini. Alhamdulillah, Sendy Ariani JKT48 mau follow aku, padahal aku ga merengek-merengek minta difollow. Apa rahasianya? Iya, dia ngerasa kasian sama aku. Mungkin dia merasa tersentuh jika membaca tweet-tweetku yang sangat membanggakan status jombloku. Jadi aku ngerasa beruntung gitu udah difollow sama Sendy,bukankah lebih menarik jika mencintai disertai difollow? Makasih banget buat Sendy, moga-moga aku ga pernah kamu unfollow. Mencintai tanpa difollow aja pedih, apalagi mencintai tapi di unfollow? Untuk kasus terakhir, kalo kamu ngalamin kejadian itu, tolong jangan berbaring diatas rel.
Nah, itu sedikit ulasan dari Mencintai tanpa difollow. Saat ini sih aku juga masih gitu, pengennya sih difollow sama Mova 'n Ve juga. Hahaha.. makasih yah udah mau berkunjung. Jangan lupa follow twitter aku ya, @arienovich.
Selamat pagi dan Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Saturday, August 18, 2012
Selamat Lebaran
Ehheeemm.. Mulai dari mana ya? Mau ngucapin langsung, tapi ini belum takbir. Bahkan pas nulis ini aku masih guling-guling diatas balok-balok es. Iya, biar ga haus.
Tahun kemaren, H-3 lebaran aku malah pergi ke Jakarta. Iya, aku lebarannya jauh dari rumah, jauh dari orang tua. Otomatiiiissss... Tau ga otomatis apa? Ga tau? Mau tau? Emang mau tau banget? Mau tau banget apa mau tau aja? Haha.. Jadi gini, karena aku lagi jauh dari rumah, atau tepatnya lagi ber-Rhoma Irama (baca: berkelana) aku jadi ga dapet duit angpao deh. Beteweh, bener uang angpao ye namanya? Yang aku tahu sih orang-orang jaman dulu ngomongnya uang buat beli es, kalo ga gitu buat beli permen. Ga tau kenapa bisa gitu. Sedih juga sih, soalnya baru episode kali ini aku ngerayainnya tanpa dapet angpao, eh, jauh dari rumah ding.
Terus, pengalaman lainnya pas kelas 8 SMP kalo ga salah. Pas malem takbiran, aku 'kan lagi SMSan sama temen, nah tiba-tiba SMS dia berbunyi "mau ga jadi pacarku?". Aku langsung punya pikiran buruk, Produser mana yang mau bikin film "SMS yang Ditukar"? Hah.. Aku bales deh, mau.. Eh, ternyata itu beneran SMS dari temenku itu deh! Jadi deh dia pacarku. Jadi, punya pacar pertama gara-gara ditembak cewek? Iya dong, jaman SMP saya mah gantengnya ga ketulungan, ga manusiawi banget! Padahal, seminggu sebelumnya ada cewek lain juga yang nembak aku, tapi aku ga mau. Ini serius lho, dulu aku emang laris kaya barang diskonan. Kalo sekarang mah aku lagi pengen sendiri (baca: ga laku). Itulah pacar pertamaku, inisialnya sih P. Lumayan lama sih aku sama dia, sekitar 7 bulan gitu. Tapi masih normal lho pacarannya, gaya malu-malu. Bukan malu-maluin kaya Ababil jaman sekarang, bahkan bisa maen bareng cuma pas ngerjain tugas. Hebat 'kan?! Emang sih, monyet banget, daripada cinta ini dipendam, jadinya kentut ntar! Hwakwakwakwak...
Eh, udah buka nih. Udah dulu yaaaaa.... Aku mau makan-makan nih. Jadi, SELAMAT LEBARAAAAAANNNN..... Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin!
Tahun kemaren, H-3 lebaran aku malah pergi ke Jakarta. Iya, aku lebarannya jauh dari rumah, jauh dari orang tua. Otomatiiiissss... Tau ga otomatis apa? Ga tau? Mau tau? Emang mau tau banget? Mau tau banget apa mau tau aja? Haha.. Jadi gini, karena aku lagi jauh dari rumah, atau tepatnya lagi ber-Rhoma Irama (baca: berkelana) aku jadi ga dapet duit angpao deh. Beteweh, bener uang angpao ye namanya? Yang aku tahu sih orang-orang jaman dulu ngomongnya uang buat beli es, kalo ga gitu buat beli permen. Ga tau kenapa bisa gitu. Sedih juga sih, soalnya baru episode kali ini aku ngerayainnya tanpa dapet angpao, eh, jauh dari rumah ding.
Terus, pengalaman lainnya pas kelas 8 SMP kalo ga salah. Pas malem takbiran, aku 'kan lagi SMSan sama temen, nah tiba-tiba SMS dia berbunyi "mau ga jadi pacarku?". Aku langsung punya pikiran buruk, Produser mana yang mau bikin film "SMS yang Ditukar"? Hah.. Aku bales deh, mau.. Eh, ternyata itu beneran SMS dari temenku itu deh! Jadi deh dia pacarku. Jadi, punya pacar pertama gara-gara ditembak cewek? Iya dong, jaman SMP saya mah gantengnya ga ketulungan, ga manusiawi banget! Padahal, seminggu sebelumnya ada cewek lain juga yang nembak aku, tapi aku ga mau. Ini serius lho, dulu aku emang laris kaya barang diskonan. Kalo sekarang mah aku lagi pengen sendiri (baca: ga laku). Itulah pacar pertamaku, inisialnya sih P. Lumayan lama sih aku sama dia, sekitar 7 bulan gitu. Tapi masih normal lho pacarannya, gaya malu-malu. Bukan malu-maluin kaya Ababil jaman sekarang, bahkan bisa maen bareng cuma pas ngerjain tugas. Hebat 'kan?! Emang sih, monyet banget, daripada cinta ini dipendam, jadinya kentut ntar! Hwakwakwakwak...
Eh, udah buka nih. Udah dulu yaaaaa.... Aku mau makan-makan nih. Jadi, SELAMAT LEBARAAAAAANNNN..... Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin!
Friday, August 17, 2012
Dirgahayu Indonesia!
Loooohhhaaaaa... Selamat siang, epribadih! Gimana kabarnya? Udah bisa move on? Kebetulan nih, hari ini tanggal 17 agustus. Iya, hari ini hari kemerdekaan negara kita yang ke-67! Dirgahayu Indonesia! Cepet move on, please! Kali ini ngomongin yang ringan aja deh, ga usah ngomongin Indonesia yang belom move on. Kita juga ga perlu ngomongin utang negara, apalagi ribut-ribut PSSI.
Apa sih yang identik dengan tanggal 17 agustus? Upacara mungkin yak. Nah, kebetulan juga tahun ini adalah tahun kedua aku ga bisa ikut upacara 17 agustus dengan putih abu-abu. Bukan karena aku malas atau lagi bolos sih, tapi aku kan udah lulus SMA! :( kangen sih sebenernya ikut upacara 17-an sambil pake seragam SMA, tapi ya gimana lagi, umur juga udah mau kepala 2. Haha.. Padahal pas SMA dulu kudhu berjuang lho mau upacara aja. Pas puasa-puasa, mesti naek motor ngelawan panas sepanjang 30 KM! Iye, sekolah saya dulu nun jauh di daerah pegunungan, padahal rumah di dataran rendah.
Acara lain mungkin lomba-lomba khas 17 agustus. Misalnya lomba balap move on, lomba gebuk mantan, lomba makan gawang, sampe lomba masukin mantan ke dalam botol! Sadis 'kan? Iye, emang gue yang ngawur! Muehuehuehuehue.. Tahun ini juga udah tahun ke berapa sih ga ada lomba makan kerupuk? Kangen tauk ikutan! Pernah lho aku juara tiga lomba makan kerupuk! Kalo lomba makan ati sama makan perasaan mungkin juara satu kalo ada. Ya udah sih, gitu aja tulisan dari aku. Ga usah cerewet lagi. Gitu aja cukup deh!
Semoga di hari kemerdekaan yang ke 67 tahun ini Indonesia makin hebat, tapi bukan korupsinya. Jayalah selalu negeriku! Sekali Merdeka, Tetap Merdeka! Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa pahlawannya! Just One, INDONESIA!
Saturday, August 11, 2012
IMAGINATION
Good Midnight, Ladies and Gentlemen. Tengah malam ini dengan diiringi lagu "Oh, My Love" dari Alm. John Lennon, saya akan menceritakan sedikit kegilaan saya pada JKT48. Cekidots!
Jika sebelumnya saya udah bahas tentang Sendy Ariani a.k.a Sendy JKT48, kali ini saya akan menceritakan tentang Mova dan Shania. Siapa sih mereka? Seperti apa mereka? Apa efek jika terlalu sering memandang mereka? Semua akan dibahas sedikit-sedikit ya.
Saat aku tulis ini, lagu selanjutnya adalah "Imagine". Yes, like my imagination with Mova! Alissa Galliamova, atau lebih dikenal sebagai Mova JKT48. Lagi-lagi teman sepantaran, generasi '93. Itulah salah satu alasan kenapa aku sangat mengidolakan Mova. Jika aku sama Sendy di artikel sebelumnya terkesan lebay itu karena dia yang aku oshiin. Sedangkan Mova adalah salah satu member favorit, atau kalau di bahasa imajinasi ku Mova itu calon pacar yang ideal. Halah. Munafik jika aku bilang ga lihat Mova dari fisiknya. Secara aku belum pernah ketemu, di folbek juga belom. Tapi, kalau diliat dari ekspresi mukanya sih kalem. Ga tau kalau aslinya. Satu yang bikin aku berani bilang dia itu calon pacar yang ideal itu, dia mirip Aura Kasih! Haha.. Bukan mau banding-bandingin sih, tapi Mova emang lebih cantik dari Aura Kasih. Jadi? Lebih dari ideal gitu!
Backsound udah ganti lagi, "My Immortal" dari Evanescence. Lagu tergalau sedunia. Shania Junianatha a.k.a Shania JKT48 a.k.a Shanju. Wuidih, macam teroris aja banyak nama lainnya. *piss Shanju* Gadis 14 tahun yang katanya kelahiran Solo ini adalah salah satu member yang bisa bikin fans mimisan. Betapa tidak, dengan usia yang baru 14 tahun dia udah bisa jadi bius dengan wajah cantiknya yang ga manusiawi. Afgan banget, SADIS! Fans mungkin akan sakaw kalau sampe ga ngeliat Shanju. Ibarat bom waktu, Shanju itu bom dengan durasi pendek. Iya, belom sempet kamu kedip kamu udah poling in lop aja sama dia. Satu komentar saya, "Oalah, nduuukkk... Awakmu kok ayu men..." O,o
Dengan adanya artikel ini, saya tak berniat buat ngeracunin kalian semua. Ini cuma sekedar curahan hati fans. Iya, seorang fans ilegal dari antah barantah yang mungkin kalian tak tahu. Tanpa adanya artikel ini pun sudah banyak kok yang teracuni. Cukuplah saya jadi penggemar biasa. Kata orang juga jodoh ga kemana. Kalau pun aku bisa jadi sama Mova, itulah yang dinamakan jomblo sukses. Pesan dari artikel ini juga bukan mau ngajak kalian buat jadi Hooligan JKT48, atau fans garis keras. Pesan artikel ini cuma, "LIFE START FROM THE IMAGINATION"
Good Midnight!
Sampai jumpa dengan member JKT48 lain di artikel yang akan datang. Okesip.
Jika sebelumnya saya udah bahas tentang Sendy Ariani a.k.a Sendy JKT48, kali ini saya akan menceritakan tentang Mova dan Shania. Siapa sih mereka? Seperti apa mereka? Apa efek jika terlalu sering memandang mereka? Semua akan dibahas sedikit-sedikit ya.
Saat aku tulis ini, lagu selanjutnya adalah "Imagine". Yes, like my imagination with Mova! Alissa Galliamova, atau lebih dikenal sebagai Mova JKT48. Lagi-lagi teman sepantaran, generasi '93. Itulah salah satu alasan kenapa aku sangat mengidolakan Mova. Jika aku sama Sendy di artikel sebelumnya terkesan lebay itu karena dia yang aku oshiin. Sedangkan Mova adalah salah satu member favorit, atau kalau di bahasa imajinasi ku Mova itu calon pacar yang ideal. Halah. Munafik jika aku bilang ga lihat Mova dari fisiknya. Secara aku belum pernah ketemu, di folbek juga belom. Tapi, kalau diliat dari ekspresi mukanya sih kalem. Ga tau kalau aslinya. Satu yang bikin aku berani bilang dia itu calon pacar yang ideal itu, dia mirip Aura Kasih! Haha.. Bukan mau banding-bandingin sih, tapi Mova emang lebih cantik dari Aura Kasih. Jadi? Lebih dari ideal gitu!
Backsound udah ganti lagi, "My Immortal" dari Evanescence. Lagu tergalau sedunia. Shania Junianatha a.k.a Shania JKT48 a.k.a Shanju. Wuidih, macam teroris aja banyak nama lainnya. *piss Shanju* Gadis 14 tahun yang katanya kelahiran Solo ini adalah salah satu member yang bisa bikin fans mimisan. Betapa tidak, dengan usia yang baru 14 tahun dia udah bisa jadi bius dengan wajah cantiknya yang ga manusiawi. Afgan banget, SADIS! Fans mungkin akan sakaw kalau sampe ga ngeliat Shanju. Ibarat bom waktu, Shanju itu bom dengan durasi pendek. Iya, belom sempet kamu kedip kamu udah poling in lop aja sama dia. Satu komentar saya, "Oalah, nduuukkk... Awakmu kok ayu men..." O,o
Dengan adanya artikel ini, saya tak berniat buat ngeracunin kalian semua. Ini cuma sekedar curahan hati fans. Iya, seorang fans ilegal dari antah barantah yang mungkin kalian tak tahu. Tanpa adanya artikel ini pun sudah banyak kok yang teracuni. Cukuplah saya jadi penggemar biasa. Kata orang juga jodoh ga kemana. Kalau pun aku bisa jadi sama Mova, itulah yang dinamakan jomblo sukses. Pesan dari artikel ini juga bukan mau ngajak kalian buat jadi Hooligan JKT48, atau fans garis keras. Pesan artikel ini cuma, "LIFE START FROM THE IMAGINATION"
Good Midnight!
Sampai jumpa dengan member JKT48 lain di artikel yang akan datang. Okesip.
Salam,
Jomblo yang Belum Sukses dengan Hati Nomaden.
Tuesday, August 7, 2012
Kenangan Lama, Kota Jakarta
Jakarta, 21 November 2011. Hari itu akan diadakan final Sea Games antara Indonesia U-23 melawan Malaysia U-23, di Stadion Gelora Bung Karno. Ini adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Stadion kebanggaan masyarakat Indonesia, Gelora Bung Karno. Jam 1 siang aku berangkat bareng Shandy, salah satu sahabatku sewaktu aku tinggal di Jakarta. Saat itu aku tinggal di daerah Lubang Buaya, tepatnya pintu 4 TMII. Dari situ, aku dijemput Shandy naik motor. Selanjutnya dari rumah Shandy, kami naik angkot menuju halte busway di daerah Pinangranti kalo ga salah. Pokoknya di jalan menuju MNC TV atau Pintu 2 TMII lah.
Sekitar pukul 2 siang, kami udah sampai di GBK. Karena dari rumah ga bawa atribut, kami beli deh tuh mulai dari jersey 15 ribuan sampe stiker. Bahkan Shandy juga beli topi juga. Dan istimewanya lagi, saat itu kami belum pegang tiket masuk. Lalu, kenapa kami berani ke GBK? Jawabnya cuma satu, aku abis menang kuis dari Clear Shampo. Aku dapet 2 tiket kategori 3. Jam setengah lima sore kami baru bisa masuk ke stadion, soalnya jam 4 baru bisa ngambil tiketnya. Eh, iya, aku juga pernah nulis ini di artikel yang udah lalu. Tapi, ini lebih detailnya.
Pas kami masuk stadion, udah dilangsungin pertandingan perebutan tempat ketiga antara Myanmar melawan Vietnam yang dimenangkan oleh Myanmar. Sementara pertandingan final sendiri dilangsungkan sekitar jam 7 malam.
Dan akhirnya tiba juga saat yang ditunggu, lagu "Indonesia Raya" udah dikumandangin. Rasa bangga pada Garuda Muda asuhan Pak Rahmad Darmawan mengiringi teriakan kami semua di GBK. Rasanya, benar-benar jadi rakyat Indonesia saat itu. *skip*
Untuk pertandingan, lain kali saja dibahas, intinya Indonesia harus mengakui kemenangan Malaysia lewat adu penalti. Pertandingan itu sendiri selesai jam 11 malam. Saat kami pulang, semua orang udah desak-desakkan. Jadi, agak lama untuk mencapai luar Stadion. Sampe diluar, ternyata busway udah abis, dan kami pun bingung harus pulang naik apa. Beruntung, Shandy orang Jakarta. Kami akhirnya kami naik kopaja atau apalah itu, dilanjut angkot. Dan kerennya, itu angkot terakhir malam itu. Dengan angkot kami bisa langsung sampe rumah gitu? Tidak! Angkot itu cuma sampe depan RS Haji, sisanya kami harus jalan kaki. Yeah, demi Indonesia! Kami jalan sampe rumahnya Shandy. Dan selanjutnya aku diantar Shandy sampe kerumah.
Dan itu adalah kenangan terindah ku selama aku tinggal di Jakarta, karena tanggal 30 November 2011 aku pindah ke Ngawi lagi. T,T Jakarta, banyak kasih aku kenangan dengan kehidupan kerasnya. Finally, sekarang aku jadi kangen Jakarta. Kangen Shandy, Ayu, Dhenok, dan mungkin juga Amel yang baru sekali aku temuin. Bahkan aku belom sempat ngomong sama Amel, "kamu cantik!" *eeeeeaaaaaa
Thanks to CLEAR! Thanks to Shandy! Thanks Jakarta! I Love U 'n I Miss You So Much!
Banyakan fotonya Shandy daripada fotoku. Huhuhuhuhuhu...
Sekitar pukul 2 siang, kami udah sampai di GBK. Karena dari rumah ga bawa atribut, kami beli deh tuh mulai dari jersey 15 ribuan sampe stiker. Bahkan Shandy juga beli topi juga. Dan istimewanya lagi, saat itu kami belum pegang tiket masuk. Lalu, kenapa kami berani ke GBK? Jawabnya cuma satu, aku abis menang kuis dari Clear Shampo. Aku dapet 2 tiket kategori 3. Jam setengah lima sore kami baru bisa masuk ke stadion, soalnya jam 4 baru bisa ngambil tiketnya. Eh, iya, aku juga pernah nulis ini di artikel yang udah lalu. Tapi, ini lebih detailnya.
Pas kami masuk stadion, udah dilangsungin pertandingan perebutan tempat ketiga antara Myanmar melawan Vietnam yang dimenangkan oleh Myanmar. Sementara pertandingan final sendiri dilangsungkan sekitar jam 7 malam.
![]() |
| Jelek amat guweh |
![]() |
| Mingkem, Shan! :P |
Dan akhirnya tiba juga saat yang ditunggu, lagu "Indonesia Raya" udah dikumandangin. Rasa bangga pada Garuda Muda asuhan Pak Rahmad Darmawan mengiringi teriakan kami semua di GBK. Rasanya, benar-benar jadi rakyat Indonesia saat itu. *skip*
Untuk pertandingan, lain kali saja dibahas, intinya Indonesia harus mengakui kemenangan Malaysia lewat adu penalti. Pertandingan itu sendiri selesai jam 11 malam. Saat kami pulang, semua orang udah desak-desakkan. Jadi, agak lama untuk mencapai luar Stadion. Sampe diluar, ternyata busway udah abis, dan kami pun bingung harus pulang naik apa. Beruntung, Shandy orang Jakarta. Kami akhirnya kami naik kopaja atau apalah itu, dilanjut angkot. Dan kerennya, itu angkot terakhir malam itu. Dengan angkot kami bisa langsung sampe rumah gitu? Tidak! Angkot itu cuma sampe depan RS Haji, sisanya kami harus jalan kaki. Yeah, demi Indonesia! Kami jalan sampe rumahnya Shandy. Dan selanjutnya aku diantar Shandy sampe kerumah.
Dan itu adalah kenangan terindah ku selama aku tinggal di Jakarta, karena tanggal 30 November 2011 aku pindah ke Ngawi lagi. T,T Jakarta, banyak kasih aku kenangan dengan kehidupan kerasnya. Finally, sekarang aku jadi kangen Jakarta. Kangen Shandy, Ayu, Dhenok, dan mungkin juga Amel yang baru sekali aku temuin. Bahkan aku belom sempat ngomong sama Amel, "kamu cantik!" *eeeeeaaaaaa
Thanks to CLEAR! Thanks to Shandy! Thanks Jakarta! I Love U 'n I Miss You So Much!
![]() |
| Akunya ga keliatannya |
Banyakan fotonya Shandy daripada fotoku. Huhuhuhuhuhu...
Monday, August 6, 2012
Teori Cinta, Tukang Becak dan Ojek Sepeda
Teori cinta, Tukang Becak dan Ojek Sepeda. Mungkinkah saling berkaitan? Lalu, apa kaitannya? Terlalu rancu mungkin judul dari artikel ini sendiri. Kalau kata anak gaul sih absurd, abstrak, random atau apalah, lhawong aku sendiri bukan anak gaul yang bisa ngetik sms pake kalkulator. Halah, makin lebar saja.
Jadi gini, kalau kamu naik becak, bisa mengangkut berapa orang sekaligus? Kira-kira bisa 2 hingga 3 penumpang lah. Kalau ojek sepeda? Satu orang maksimal. Alasannya, becak punya kapasitas lebih besar daripada sepeda. Itu karena becak punya jumlah roda yang lebih banyak daripada sepeda. Lalu, apa kaitannya dengan teori cinta? Markibasasa, mari kita bahas satu-satu.
Jika kita pake pembahasan diatas ke dalam masalah cinta, maka itu akan menimbulkan sebuah teori baru. Apakah itu? Jumlah roda mempengaruhi kapasitas yang berbanding lurus dengan jumlah penumpang. Kita anggap saja roda itu adalah jumlah modal kita. Semakin banyak modal kita bukankah lebih efektif usaha kita? Sebut saja kamu punya wajah ganteng yang bisa bikin cewek pup di celana, punya MoGe, Motor Tetangge. Ditambah isi dompet kamu tebal, berisi duit, kartu kredit plus catetan utang warteg se-Jabodetabek. Beuh, pasti itu lebih jadi pilihan daripada orang ganteng yang tiap ngapel jalan kaki. Tapi, jumlah roda tak berlaku pada sepeda roda tiga. Iya, karena sepeda roda tiga kurang efektif.
Ada tapi yang lain juga. Bukan berarti kamu yang punya modal kecil harus berkecil hati juga. Kenapa? Karena, sepeda kadang lebih efektif daripada becak. Sepeda tidak butuh ruang sebesar becak. Jadi, kemungkinan sampe tujuan lebih cepat saat macet. Ini penting buat anda-anda yang udah serius dalam menjalin hubungan. Kamu ga perlu pamerin semua yang kamu punya, cukup seperlunya aja. InsyaAllah, pasangan yang bisa terima kamu apa adanya itu bisa kamu dapat. Suwiwiiieeedd..
Ngomongin modal, jadi pengen curhat dikit. Beberapa waktu yang lalu aku ketemu Bapak-Bapak yang kaya. Tiap hari ganti-ganti pasangan mulu. Suatu kesempatan, dia ngobrol sama aku.
"Dek, kamu udah punya pacar?" Tanya sang Bapak.
Ragu aku mau jawab, kalo jawab punya pacar takutnya mau dikasih anaknya. Mau jawab ga punya, makin terhina lah saya! Akhirnya aku jawab deh.
"Alhamdulillah, Pak. saya belum punya"
"Ah, ga mungkin" Kata sang Bapak sambil berlalu.
Ibarat ini ISL ANTV, hatiku udah jeger banget ini. Ternyata blunder jika mengatakan jawaban tersebut. Tidaaaaakk! Tapi paling ga aku udah jadi lelaki banget! Iya, lelaki itu jujur. Dan aku yakin kok, meskipun aku sekarang cuma pake sepeda, tapi suatu saat aku bisa naik kereta. Siapa tahu dengan sepeda ini aku bisa transit di hatinya Sendy, Cleo ataupun Mova? Bahkan, bukan cuma transit, bukan cuma kontrak. Tapi, tinggal permanen. Terlalu tinggi kah imajinasiku ini? Haha.. Toh berimajinasi itu ga bayar. Ini bukan toilet umum, Dude!
Ya, mungkin aku, penulis artikel ini, cuma seorang Playboy Freelance atau istilah kasarnya Jomblo Nomaden. Tapi, kata-kata ini ada benarnya lho. Bukan bermaksud memvonis seorang wanita itu matrealistis, tapi munafik juga jika tidak mengakuinya. Karena dasarnya manusia punya sikap matrealistis walaupun dalam bentuk sachetan. Bukan juga berniat menciutkan hati dan nyali kalian, para jomblo. Berangkatlah kamu dengan modal yakin dan berusaha. Selanjutnya kamu tinggal menyerahkan semuanya sama Allah. Oke, mblo, siap buat dia? Siap buat galau dalam episode terbaru? Iya lupa, sesungguhnya pacaran itu adalah galau yang belum terjadi saat kamu jomblo. Jangan takut galau terus ya, mblo! Aku masih kasih offer buy one get five pukpuk kok, bahkan bonus peluk buat yang cewek. Jika galau berlanjut, segera ke Klinik Tongf*ng, eeeeeeaaaaaaaaaaaaa.....
Jadi gini, kalau kamu naik becak, bisa mengangkut berapa orang sekaligus? Kira-kira bisa 2 hingga 3 penumpang lah. Kalau ojek sepeda? Satu orang maksimal. Alasannya, becak punya kapasitas lebih besar daripada sepeda. Itu karena becak punya jumlah roda yang lebih banyak daripada sepeda. Lalu, apa kaitannya dengan teori cinta? Markibasasa, mari kita bahas satu-satu.
Jika kita pake pembahasan diatas ke dalam masalah cinta, maka itu akan menimbulkan sebuah teori baru. Apakah itu? Jumlah roda mempengaruhi kapasitas yang berbanding lurus dengan jumlah penumpang. Kita anggap saja roda itu adalah jumlah modal kita. Semakin banyak modal kita bukankah lebih efektif usaha kita? Sebut saja kamu punya wajah ganteng yang bisa bikin cewek pup di celana, punya MoGe, Motor Tetangge. Ditambah isi dompet kamu tebal, berisi duit, kartu kredit plus catetan utang warteg se-Jabodetabek. Beuh, pasti itu lebih jadi pilihan daripada orang ganteng yang tiap ngapel jalan kaki. Tapi, jumlah roda tak berlaku pada sepeda roda tiga. Iya, karena sepeda roda tiga kurang efektif.
Ada tapi yang lain juga. Bukan berarti kamu yang punya modal kecil harus berkecil hati juga. Kenapa? Karena, sepeda kadang lebih efektif daripada becak. Sepeda tidak butuh ruang sebesar becak. Jadi, kemungkinan sampe tujuan lebih cepat saat macet. Ini penting buat anda-anda yang udah serius dalam menjalin hubungan. Kamu ga perlu pamerin semua yang kamu punya, cukup seperlunya aja. InsyaAllah, pasangan yang bisa terima kamu apa adanya itu bisa kamu dapat. Suwiwiiieeedd..
Ngomongin modal, jadi pengen curhat dikit. Beberapa waktu yang lalu aku ketemu Bapak-Bapak yang kaya. Tiap hari ganti-ganti pasangan mulu. Suatu kesempatan, dia ngobrol sama aku.
"Dek, kamu udah punya pacar?" Tanya sang Bapak.
Ragu aku mau jawab, kalo jawab punya pacar takutnya mau dikasih anaknya. Mau jawab ga punya, makin terhina lah saya! Akhirnya aku jawab deh.
"Alhamdulillah, Pak. saya belum punya"
"Ah, ga mungkin" Kata sang Bapak sambil berlalu.
Ibarat ini ISL ANTV, hatiku udah jeger banget ini. Ternyata blunder jika mengatakan jawaban tersebut. Tidaaaaakk! Tapi paling ga aku udah jadi lelaki banget! Iya, lelaki itu jujur. Dan aku yakin kok, meskipun aku sekarang cuma pake sepeda, tapi suatu saat aku bisa naik kereta. Siapa tahu dengan sepeda ini aku bisa transit di hatinya Sendy, Cleo ataupun Mova? Bahkan, bukan cuma transit, bukan cuma kontrak. Tapi, tinggal permanen. Terlalu tinggi kah imajinasiku ini? Haha.. Toh berimajinasi itu ga bayar. Ini bukan toilet umum, Dude!
Ya, mungkin aku, penulis artikel ini, cuma seorang Playboy Freelance atau istilah kasarnya Jomblo Nomaden. Tapi, kata-kata ini ada benarnya lho. Bukan bermaksud memvonis seorang wanita itu matrealistis, tapi munafik juga jika tidak mengakuinya. Karena dasarnya manusia punya sikap matrealistis walaupun dalam bentuk sachetan. Bukan juga berniat menciutkan hati dan nyali kalian, para jomblo. Berangkatlah kamu dengan modal yakin dan berusaha. Selanjutnya kamu tinggal menyerahkan semuanya sama Allah. Oke, mblo, siap buat dia? Siap buat galau dalam episode terbaru? Iya lupa, sesungguhnya pacaran itu adalah galau yang belum terjadi saat kamu jomblo. Jangan takut galau terus ya, mblo! Aku masih kasih offer buy one get five pukpuk kok, bahkan bonus peluk buat yang cewek. Jika galau berlanjut, segera ke Klinik Tongf*ng, eeeeeeaaaaaaaaaaaaa.....
Saturday, August 4, 2012
Cewek Seksi Itu...
Seksi itu apa? Seksi bisa diartikan dalam banyak hal. Sebut saja seksi konsumsi, seksi keuangan ataupun seksi kesehatan. Tapi, kali ini aku cuma mau bahas seksi pada cewek. Vulgar? Tidak, hanya hal-hal yang pantas saja yang akan aku bahas.
Banyak orang bilang cewek seksi itu dilihat dari hatinya. Benarkah? Jaman sekarang, berapa banyak lelaki yang bilang gitu dan bisa membuktikan? Munafik bila ada yang tidak melihat dari fisik untuk jatuh cinta. Untuk melihat hati seseorang tak semudah membalik telapak tangan, semua butuh proses. Nah, dalam proses tersebut pastilah anda lama-lama akan melihat keindahan lainnya selain hati orang itu sendiri. Omong kosong macam apa yang aku tulis ini? Ya, sekedar mengingatkan jika fisik itu juga ciptaan Tuhan. Jadi, jika kita mengaguminya, apa salahnya? Itu salah satu keindahan dari segala ciptaan Tuhan. Tapi ingat, jangan terlalu terobsesi!
Mata. Fungsi utama dari mata itu untuk melihat. Lalu bagaimana mata yang seksi itu? Semua itu tergantung masing-masing pribadi. Ada yang suka yang bermata sipit, mata belo, bermata biru dan banyak lagi deh. Asal, bukan mata hijau atau mata duitan. Tatapan seseorang itu juga bisa menggambarkan bagaimana hati orang tersebut. Lalu menurutku sendiri, mata yang seperti apa yang disebut seksi? Mau tahu? Mau tahu? Tunggu setelah pesan-pesan berikut. Jama'aaaaaahhhh, oh, Jama'aaaaaahhh.. Eh, salah. Semua mata aku suka, karena semuanya itu indah. Salah satu contoh aja.
Cleopatra.
Banyak orang bilang cewek seksi itu dilihat dari hatinya. Benarkah? Jaman sekarang, berapa banyak lelaki yang bilang gitu dan bisa membuktikan? Munafik bila ada yang tidak melihat dari fisik untuk jatuh cinta. Untuk melihat hati seseorang tak semudah membalik telapak tangan, semua butuh proses. Nah, dalam proses tersebut pastilah anda lama-lama akan melihat keindahan lainnya selain hati orang itu sendiri. Omong kosong macam apa yang aku tulis ini? Ya, sekedar mengingatkan jika fisik itu juga ciptaan Tuhan. Jadi, jika kita mengaguminya, apa salahnya? Itu salah satu keindahan dari segala ciptaan Tuhan. Tapi ingat, jangan terlalu terobsesi!
Mata. Fungsi utama dari mata itu untuk melihat. Lalu bagaimana mata yang seksi itu? Semua itu tergantung masing-masing pribadi. Ada yang suka yang bermata sipit, mata belo, bermata biru dan banyak lagi deh. Asal, bukan mata hijau atau mata duitan. Tatapan seseorang itu juga bisa menggambarkan bagaimana hati orang tersebut. Lalu menurutku sendiri, mata yang seperti apa yang disebut seksi? Mau tahu? Mau tahu? Tunggu setelah pesan-pesan berikut. Jama'aaaaaahhhh, oh, Jama'aaaaaahhh.. Eh, salah. Semua mata aku suka, karena semuanya itu indah. Salah satu contoh aja.
Cleopatra.
Bibir. Suka yang tebal atau yang tipis? Toh, semua sama saja. Bibir adalah salah satu alat untuk berbicara. Nah, yang mencoba mengerti hati seseorang bisa juga lihat kebiasaan orang itu dari cara dia berbicara. Dengarkan tutur katanya. Okesip! Lalu yang gimana yang bisa buat aku tertarik? Lihat aja yang ada di Mova berikut.
Beteweh, Neng Mova miripan sama Aura Kasih. Haha.
Kali ini aku cuma membahas mata sama bibir aja. Ya, maksudnya dua hal itulah yang ada kaitannya sama hati seseorang. Jadi, inti artikel ini sendiri cuma mau jelasin kalau seseorang ga akan bisa jatuh cinta tanpa melihat fisik. Jatuh cinta dari ketulusan seseorang? Bisa dilihat dari pandangan matanya 'kan? Jatuh cinta sama yang sopan? Bisa dengar dari tutur katanya 'kan? Begitulah, ciptaan Allah itu saling berhubungan satu dengan lainnya. Jadi ga bisa kalau harus jatuh cinta tanpa melihat fisik seseorang. Masalah kriteria fisik, itu hanya syarat. Ga ada manusia yang sempurna itu, ga ada yang keseluruhan keadaan seseorang itu mirip sama kriteria kita itu. Jadi, syukurilah apa yang udah Allah ciptain. Jangan menuntut kesempurnaan, karena kesempurnaan cuma milik Allah. Dan belum tentu juga kamu itu kriteria pasangan kamu. Mari berkaca!
Friday, August 3, 2012
"Kita Bakal Susah Ketemu Kalo Udah Sibuk Nanti"
Kita bakal susah ketemu kalo udah sibuk nanti. Kata itu nampol banget buat aku. Secara ga sengaja aku baca kalimat itu di facebook, ga tau punya siapa. Cuma baca beberapa potong kata itu aja aku mulai ngerasain arti kata itu sendiri. Betapa tidak, aku mulai ingat dengan sahabat-sahabatku. Sahabat lama yang udah lama ga ketemu, tapi kali ini bahas teman SMA saja.
Tahun 2011, terakhir kali kita semua mengenakan putih abu-abu *backsound: Blink - dagdigdug* masih ingat saat itu, beberapa hari setelah pengumuman semua berkumpul di sekolah. Aku datang bawa spidol, ya, maksudnya buat coret-coret seragam lah. Semua berkumpul di depan perpustakaan. Semula terasa biasa saja sih, sampai pas aku tanda tanganin kaosnya Novita. Entah kenapa aku tidak menuliskan nama, melainkan "Your EX" *ciat ciat ciat*
Saat acara berpindah ke depan kelas, XII IA 2, kami mulai pesta minuman lembek *baca: softdrink* Aku mulai berpikiran jahil, aku kocok-kocok satu botol softdrink buat 'muncratin' sodanya ke segerombol wanita saat itu, iya, segerombol. Semua berteriak histeris, bahkan ada yang panggil-panggil namaku. Sayang sekali, waktu itu aku belum jomblo kaya sekarang, bahkan sekarang statusku "Jomblo Nocturnal". Jadi, aku ga bisa kasih mereka pelukan satu-persatu. Setelah semua aku kira telah usai, aku mendapat serangan dzuhur dari Genk KFC kalo ga salah. Ya, sekelompok wanita bertumbuh besar dan mempunyai otot-otot yang sangat kuat. Mereka menyiram aku menggunakan softdrink, alhasil kaos yang aku gunakan seketika berubah warna jadi pink, unyu-unyu gitu dech.
Ya, itu cuma sedikit cuplikan dari kisah SMA. Kembali lagi ke judul, "Kita Bakal Susah Ketemu Kalo Udah Sibuk Nanti". Sekarang, atau setahun dari akhir kita mengenakan putih abu-abu, kalimat itu benar-benar nusuk di hati. Kalo Adam sibuk nanti, siapa yang akan berteriak "Blewah!" di kelas saat puasa? Kalo Rodiatul sibuk nanti, siapa yang akan jualan "Tahu Elektronik Sachet" lagi di kelas? Kalo Vita sibuk nanti, siapa yang paling rajin dandan di kelas? Kalau Gita sibuk nanti, siapa lagi yang akan aku goda di kelas? Itu mungkin cuma beberapa dari kalian yang aku tulis, tapi aku masih hafal kalian semua kok. Meskipun hari kita beranjak siang, aku belum lupa kalian semua. Aku belum lupa kebiasaan kita saat makan pas pelajaran Bahasa Jepang. Aku belum lupa celaan kalian saat aku harus nulis di papan tulis. Bahkan, aku masih ingat saat aku menyarankan Bu Umi buat mengucapkan "Di pagi yang mendung ini' saat pembukaan pidato. Apalagi kebiasaan kita mencari koneksi internet gratis di lab komputer sekolah.
Cerita itu memang sudah lampau, kita juga sudah tak bisa jika minta "Take Ulang" sama Allah. Semua perlahan mulai jadi kenangan. Perlahan-lahan nama teman-teman kita semua cuma ada di hati. Ya, kalo kita udah sibuk nanti, kenangan masa SMA akan selalu dibanggakan. Sebenci apapun kita pada masa itu, pastilah kita ingin mengulang kembali masa itu. Sayangnya, dunia tak punya lubang hitam untuk melakukan perjalanan mudik ke waktu yang sudah berlalu itu. Kita bakal susah ketemu, benar sekali. Saat ini pun aku mulai merasa kesulitan menemui kalian. Muji sedang di Jakarta, Rio ada di negeri seribu sungai, dan yang lain masih banyak. Saat ini yang sering aku temui cuma Adam dan Nia. Lalu apa gunanya handphone? Memang, handphone bisa mempermudah hubungan kita. Tapi tak semua peduli dengan hal itu. Cuma Elma "Watson" sama Depe yang sering bales SMS. Selebihnya cuma lewat facebook.
Apa kalian mulai melupakan cerita itu? Apa kalian mulai melupakan tawa kebersamaan kita? Apa kalian mulai meminggirkan kebodohan kita? Apa kalian mulai menghapus nama teman kalian satu-persatu? Jangan! Ingatlah darimana kita berangkat. Ingatlah bersama siapa kalian berjuang. Ingatlah bagaimana cerita indah itu terjadi. Dan ingatlah, Saat kita mulai sibuk nanti, kita bakal 'makin' susah bertemu.
Tahun 2011, terakhir kali kita semua mengenakan putih abu-abu *backsound: Blink - dagdigdug* masih ingat saat itu, beberapa hari setelah pengumuman semua berkumpul di sekolah. Aku datang bawa spidol, ya, maksudnya buat coret-coret seragam lah. Semua berkumpul di depan perpustakaan. Semula terasa biasa saja sih, sampai pas aku tanda tanganin kaosnya Novita. Entah kenapa aku tidak menuliskan nama, melainkan "Your EX" *ciat ciat ciat*
Saat acara berpindah ke depan kelas, XII IA 2, kami mulai pesta minuman lembek *baca: softdrink* Aku mulai berpikiran jahil, aku kocok-kocok satu botol softdrink buat 'muncratin' sodanya ke segerombol wanita saat itu, iya, segerombol. Semua berteriak histeris, bahkan ada yang panggil-panggil namaku. Sayang sekali, waktu itu aku belum jomblo kaya sekarang, bahkan sekarang statusku "Jomblo Nocturnal". Jadi, aku ga bisa kasih mereka pelukan satu-persatu. Setelah semua aku kira telah usai, aku mendapat serangan dzuhur dari Genk KFC kalo ga salah. Ya, sekelompok wanita bertumbuh besar dan mempunyai otot-otot yang sangat kuat. Mereka menyiram aku menggunakan softdrink, alhasil kaos yang aku gunakan seketika berubah warna jadi pink, unyu-unyu gitu dech.
Ya, itu cuma sedikit cuplikan dari kisah SMA. Kembali lagi ke judul, "Kita Bakal Susah Ketemu Kalo Udah Sibuk Nanti". Sekarang, atau setahun dari akhir kita mengenakan putih abu-abu, kalimat itu benar-benar nusuk di hati. Kalo Adam sibuk nanti, siapa yang akan berteriak "Blewah!" di kelas saat puasa? Kalo Rodiatul sibuk nanti, siapa yang akan jualan "Tahu Elektronik Sachet" lagi di kelas? Kalo Vita sibuk nanti, siapa yang paling rajin dandan di kelas? Kalau Gita sibuk nanti, siapa lagi yang akan aku goda di kelas? Itu mungkin cuma beberapa dari kalian yang aku tulis, tapi aku masih hafal kalian semua kok. Meskipun hari kita beranjak siang, aku belum lupa kalian semua. Aku belum lupa kebiasaan kita saat makan pas pelajaran Bahasa Jepang. Aku belum lupa celaan kalian saat aku harus nulis di papan tulis. Bahkan, aku masih ingat saat aku menyarankan Bu Umi buat mengucapkan "Di pagi yang mendung ini' saat pembukaan pidato. Apalagi kebiasaan kita mencari koneksi internet gratis di lab komputer sekolah.
Cerita itu memang sudah lampau, kita juga sudah tak bisa jika minta "Take Ulang" sama Allah. Semua perlahan mulai jadi kenangan. Perlahan-lahan nama teman-teman kita semua cuma ada di hati. Ya, kalo kita udah sibuk nanti, kenangan masa SMA akan selalu dibanggakan. Sebenci apapun kita pada masa itu, pastilah kita ingin mengulang kembali masa itu. Sayangnya, dunia tak punya lubang hitam untuk melakukan perjalanan mudik ke waktu yang sudah berlalu itu. Kita bakal susah ketemu, benar sekali. Saat ini pun aku mulai merasa kesulitan menemui kalian. Muji sedang di Jakarta, Rio ada di negeri seribu sungai, dan yang lain masih banyak. Saat ini yang sering aku temui cuma Adam dan Nia. Lalu apa gunanya handphone? Memang, handphone bisa mempermudah hubungan kita. Tapi tak semua peduli dengan hal itu. Cuma Elma "Watson" sama Depe yang sering bales SMS. Selebihnya cuma lewat facebook.
Apa kalian mulai melupakan cerita itu? Apa kalian mulai melupakan tawa kebersamaan kita? Apa kalian mulai meminggirkan kebodohan kita? Apa kalian mulai menghapus nama teman kalian satu-persatu? Jangan! Ingatlah darimana kita berangkat. Ingatlah bersama siapa kalian berjuang. Ingatlah bagaimana cerita indah itu terjadi. Dan ingatlah, Saat kita mulai sibuk nanti, kita bakal 'makin' susah bertemu.
"TETES AIR MATA
BASAHI PIPIKU
DISAAT KITA KAN BERPISAH
TERUCAPKAN JANJI
PADAMU KASIHKU
TAKKAN KULUPAKAN DIRIMU"
Peganglah penggalan lirik lagu itu sebagai kenangan. Dari hati yang terdalam, aku sangat merindukan kalian semua. Entah secara individu ataupun tentang kebersamaan kita. Aku sayang kalian semua.
Peluk dan Cium Sayang Untuk Kawan Cassanova
Sekretaris XII IA 2 (CASSANOVA),
Thursday, August 2, 2012
Hujan? Entahlah..
Apa yang bisa diceritakan dari hujan? Entahlah. Ini terlalu luas untuk dibahas dalam sekejap. Lalu, kenapa aku menulis tentang hujan? Karena, ini adalah sebuah tantangan. Tantangan? Yes, yuk mari semua merapat, dibaca bersama-sama di dahului dengan Bismillah, ya!
Sebenernya aku bukan pujangga yang bisa mendeskripsikan makna hujan secara berdarah-darah. Aku disini juga masih belajar. Nah, belajar itu itu bisa diawali dari memandang hujan. Really? That’s right! Meskipun hujan banyak condong kearah galau, melankolis, ataupun cengeng, tapi ada sisi baik lainnya. Misalnya, hujan memberikan pembelajaran agar kita tidak sombong. Lalu, kaitannya dengan hujan itu sendiri apa? Sederhananya, hujan itu berasal dari tempat yang lebih tinggi. Mulai paham? Nah, manusia pun begitu. Saat ini mungkin ada di titik tertinggi, ibaratkan saja hujan yang belum turun, atau masih berbentuk awan. Siapa sangka besok turun hujan? Artinya, besok pun kamu bisa jatuh ke titik terendah dalam hidupmu. Jadi, ingatlah hujan jika kamu mulai merasa hebat, ingatlah Tuhan jika kamu mulai sombong.
Mungkin artikel ini terlalu pendek untuk dinikmati, tapi semoga maknanya bisa dimengerti. Sekali lagi, saya baru belajar dan saya bukan perangkai kata yang bisa membuat ABG mimisan ataupun pup di celana. Saya disini hanya berusaha mensyukuri adanya blog gratisan ini. Gratis? Terasa hina sekali jika membanggakan gratisan itu, tapi gratisan adalah rezeki paling nyata. Jadi, jangan pernah sia-sia kan rezeki itu sendiri. Syukuri semua yang ada. Seperti aku yang selalu bersyukur punya wajah tak terlalu ganteng, sehingga aku tidak dicurigai sebagai oknum “manusia setengah mateng”. Okesip, sampai jumpa di artikel berikutnya, InsyaAllah saya akan tampil lebih menggigit. Wassalamu’alikum.
Subscribe to:
Posts (Atom)





















