Pages

Monday, August 6, 2012

Teori Cinta, Tukang Becak dan Ojek Sepeda

   Teori cinta, Tukang Becak dan Ojek Sepeda. Mungkinkah saling berkaitan? Lalu, apa kaitannya? Terlalu rancu mungkin judul dari artikel ini sendiri. Kalau kata anak gaul sih absurd, abstrak, random atau apalah, lhawong aku sendiri bukan anak gaul yang bisa ngetik sms pake kalkulator. Halah, makin lebar saja.

     Jadi gini, kalau kamu naik becak, bisa mengangkut berapa orang sekaligus? Kira-kira bisa 2 hingga 3 penumpang lah. Kalau ojek sepeda? Satu orang maksimal. Alasannya, becak punya kapasitas lebih besar daripada sepeda. Itu karena becak punya jumlah roda yang lebih banyak daripada sepeda. Lalu, apa kaitannya dengan teori cinta? Markibasasa, mari kita bahas satu-satu.

     Jika kita pake pembahasan diatas ke dalam masalah cinta, maka itu akan menimbulkan sebuah teori baru. Apakah itu? Jumlah roda mempengaruhi kapasitas yang berbanding lurus dengan jumlah penumpang. Kita anggap saja roda itu adalah jumlah modal kita. Semakin banyak modal kita bukankah lebih efektif usaha kita? Sebut saja kamu punya wajah ganteng yang bisa bikin cewek pup di celana, punya MoGe, Motor Tetangge. Ditambah isi dompet kamu tebal, berisi duit, kartu kredit plus catetan utang warteg se-Jabodetabek. Beuh, pasti itu lebih jadi pilihan daripada orang ganteng yang tiap ngapel jalan kaki. Tapi, jumlah roda tak berlaku pada sepeda roda tiga. Iya, karena sepeda roda tiga kurang efektif.

     Ada tapi yang lain juga. Bukan berarti kamu yang punya modal kecil harus berkecil hati juga. Kenapa? Karena, sepeda kadang lebih efektif daripada becak. Sepeda tidak butuh ruang sebesar becak. Jadi, kemungkinan sampe tujuan lebih cepat saat macet. Ini penting buat anda-anda yang udah serius dalam menjalin hubungan. Kamu ga perlu pamerin semua yang kamu punya, cukup seperlunya aja. InsyaAllah, pasangan yang bisa terima kamu apa adanya itu bisa kamu dapat. Suwiwiiieeedd..

    Ngomongin modal, jadi pengen curhat dikit. Beberapa waktu yang lalu aku ketemu Bapak-Bapak yang kaya. Tiap hari ganti-ganti pasangan mulu. Suatu kesempatan, dia ngobrol sama aku.

"Dek, kamu udah punya pacar?" Tanya sang Bapak.

Ragu aku mau jawab, kalo jawab punya pacar takutnya mau dikasih anaknya. Mau jawab ga punya, makin terhina lah saya! Akhirnya aku jawab deh.

"Alhamdulillah, Pak. saya belum punya"

"Ah, ga mungkin" Kata sang Bapak sambil berlalu.

Ibarat ini ISL ANTV, hatiku udah jeger banget ini. Ternyata blunder jika mengatakan jawaban tersebut. Tidaaaaakk! Tapi paling ga aku udah jadi lelaki banget! Iya, lelaki itu jujur. Dan aku yakin kok, meskipun aku sekarang cuma pake sepeda, tapi suatu saat aku bisa naik kereta. Siapa tahu dengan sepeda ini aku bisa transit di hatinya Sendy, Cleo ataupun Mova? Bahkan, bukan cuma transit, bukan cuma kontrak. Tapi, tinggal permanen. Terlalu tinggi kah imajinasiku ini? Haha.. Toh berimajinasi itu ga bayar. Ini bukan toilet umum, Dude!

     Ya, mungkin aku, penulis artikel ini, cuma seorang Playboy Freelance atau istilah kasarnya Jomblo Nomaden. Tapi, kata-kata ini ada benarnya lho. Bukan bermaksud memvonis seorang wanita itu matrealistis, tapi munafik juga jika tidak mengakuinya. Karena dasarnya manusia punya sikap matrealistis walaupun dalam bentuk sachetan. Bukan juga berniat menciutkan hati dan nyali kalian, para jomblo. Berangkatlah kamu dengan modal yakin dan berusaha. Selanjutnya kamu tinggal menyerahkan semuanya sama Allah. Oke, mblo, siap buat dia? Siap buat galau dalam episode terbaru? Iya lupa, sesungguhnya pacaran itu adalah galau yang belum terjadi saat kamu jomblo. Jangan takut galau terus ya, mblo! Aku masih kasih offer buy one get five pukpuk kok, bahkan bonus peluk buat yang cewek. Jika galau berlanjut, segera ke Klinik Tongf*ng, eeeeeeaaaaaaaaaaaaa.....

No comments:

Post a Comment