Pages

Thursday, August 2, 2012

Hujan? Entahlah..

                Apa yang bisa diceritakan dari hujan? Entahlah. Ini terlalu luas untuk dibahas dalam sekejap. Lalu, kenapa aku menulis tentang hujan? Karena, ini adalah sebuah tantangan. Tantangan? Yes, yuk mari semua merapat, dibaca bersama-sama di dahului dengan Bismillah, ya!

                Sebenernya aku bukan pujangga yang bisa mendeskripsikan makna hujan secara berdarah-darah. Aku disini juga masih belajar. Nah, belajar itu itu bisa diawali dari memandang hujan. Really? That’s right! Meskipun hujan banyak condong kearah galau, melankolis, ataupun cengeng, tapi ada sisi baik lainnya. Misalnya, hujan memberikan pembelajaran agar kita tidak sombong. Lalu, kaitannya dengan hujan itu sendiri apa? Sederhananya, hujan itu berasal dari tempat yang lebih tinggi. Mulai paham? Nah, manusia pun begitu. Saat ini mungkin ada di titik tertinggi, ibaratkan saja hujan yang belum turun, atau masih berbentuk awan. Siapa sangka besok turun hujan? Artinya, besok pun kamu bisa jatuh ke titik terendah dalam hidupmu. Jadi, ingatlah hujan jika kamu mulai merasa hebat, ingatlah Tuhan jika kamu mulai sombong.

                Mungkin artikel ini terlalu pendek untuk dinikmati, tapi semoga maknanya bisa dimengerti. Sekali lagi, saya baru belajar dan saya bukan perangkai kata yang bisa membuat ABG mimisan ataupun pup di celana. Saya disini hanya berusaha mensyukuri adanya blog gratisan ini. Gratis? Terasa hina sekali jika membanggakan gratisan itu, tapi gratisan adalah rezeki paling nyata. Jadi, jangan pernah sia-sia kan rezeki itu sendiri. Syukuri semua yang ada. Seperti aku yang selalu bersyukur punya wajah tak terlalu ganteng, sehingga aku tidak dicurigai sebagai oknum “manusia setengah mateng”. Okesip, sampai jumpa di artikel berikutnya, InsyaAllah saya akan tampil lebih menggigit. Wassalamu’alikum.

No comments:

Post a Comment