Pages

Wednesday, August 27, 2014

Sekotak Cokelat dari Belgia

     Sudah lama tempat ini tak aku singgahi. Aku mulai merasa berdosa. Saat aku jemu dengan kehidupan penat ini, aku baru kembali ke sini. Maafkanlah.

     Sekotak cokelat dari Belgia. Entah kenapa tanganku tiba-tiba memberi judul ini. Ku rasa otakku belum kembali pada tempatnya malam ini. Padahal malam ini aku juga tidak sedang menikmati benda manis yang adiktif ini. Mungkin karena music playerku sedang memutar Queen of California aku jadi teringat cokelat. Entahlah, aku sendiri kadang lupa menaruh akal sehat pada tempatnya, apalagi malam ini aku diporak-porandakan oleh Gracia, gadis bergingsul yang SUBHANALLAH.

     Dengan ditemani kacang berkulit tepung putih dan sepotong kardus bekas sebagai kipas, aku akan mulai mencoba menulis kembali. Jadi, kemarin kulihat sebuah tweet yang lewat di timeline, "aku ga suka yang manis-manis, soalnya aku sudah manis. Tapi kalau galau suka makan cokelat di kamar mandi." kurang lebihnya begitu. Aku langsung tersenyum begitu membaca kalimat itu, kalimat yang pernah diucapkan oleh seorang Ratu yang akan jadi Jenderal di sebuah pertunjukkan. Ya, terkadang sebatang cokelat lebih pandai memanage emosi daripada diri sendiri. Cokelat adalah bentuk ekspresi yang tak bisa diperlihatkan.

     Sebenarnya imajinasiku berhenti di sini. Iya, di sini. Aku mulai kehilangan arah untuk melanjutkan artikel ini. Tapi kudengar dari seberang, gadis pertama itu suka cokelat. Maka kurasa sekotak cokelat ini adalah untuk dia. Iya, dia yang bernama Sendy Ariani.

     12 agustus 2014, sebuah pesta dengan lampu warna-warni akan dimulai. Ini adalah pengalaman pertamaku menyaksikan sebuah pertunjukkan dari seorang pujaan hati yang sudah 2 tahun lebih aku dukung. Tak begitu besar ekspektasi akan pertunjukkan malam ini, demi apapun aku hanya ingin melihat pujaan hati itu tersenyum dari atas panggung impian. Dibuka dengan sebuah lagu, aku hanya melihat sebuah tiang yang minta dirobohkan karena menghalangi pandanganku akan senyum yang berirama tersebut. Hingga akhirnya di lagu ke-3 yang bertema ulang tahun menggema, di situ Sendy Ariani mengeluarkan aura yang luar biasa. ketika semua jongkok untuk memberi ruang, sang Biduan tanpa canggung mengeluarkan ciri khasnya, goyang dangdut. Demi singa Alaska pedekate sama Zebra Somalia, itu keren banget! Bahkan saat itu juga aku tepuk tangan sambil berdiri. Jangan tanya kenapa aku berdiri, btw. Bingo bapuk. Terima kasih Tuhan Kau telah membuat aku tak merasa rugi hadir di tempat itu. Karena pada dasarnya aku bukan fans tim ini secara umum. Aku di sini hanya untuk Sendy Ariani saja. Tak lebih.

     Mungkin aku terkesan arogan, tapi memang begitu. Masuk unit song, kecuali US Rider aku lebih memilih duduk di lantai atau mainan handphone. Hingga acara selesai aku hanya melihat Sendy. Acara selesai, lalu semua berkumpul di depan untuk berfoto dengan poster mozaik yang kebetulan aku yang diberi kepercayaan untuk desainnya. Selesai, lalu pulang.

     Lalu mana cokelat untuk Sendy? Cokelat yang aku maksud di sini adalah sebuah ekspresi. Jadi maksud artikel ini adalah sekotak ekspresi untuk mengapresiasi sebuah show per tanggal 12 agustus kemarin. Lalu kenapa di atas aku menyinggung Ratu Vienny juga Gracia? Karena mereka juga ada tempat di hati sih. Hehehehe. Tunggu, kenapa Sekotak Cokelat dari Belgia? Apa maksud Belgia? Tak ada maksud khusus sih dari pemilihan kata Belgia ini. Mungkin karena Marouane Fellaini ganteng. Bye.


No comments:

Post a Comment