Pages

Saturday, November 16, 2013

MENJADI FANS JKT48?





     Menjadi fans JKT48? Apa untungnya? Entahlah. Awalnya gue lebih tertarik kepada salah satu membernya, bukan JKT48 secara keseluruhan. Makin lama gue ngikutin, makin kerasa juga lagu-lagunya enak. Ya, meskipun ada aja yang mencibir. Bilang liriknya aneh, sampai bilang lagunya Cuma translate-an dari sister groupnya. Tapi apa salahnya? Lhawong itu juga legal?

     Lanjut ke keuntungan yang gue dapet setelah ngikutin JKT48. Yang paling deket aja, gue jadi bisa ikut fandom atau fanbase lah istilahnya di kota gue sendiri. Ya awalnya sih Cuma pengen kumpul-kumpul aja, tapi lama-lama kita juga bisa berkarya. Salah satunya bikin short movie. Ya, sebagai fans yang jauh gue Cuma bisa mantengin dari layar televisi, layar laptop, atau layar handphone. Gue ga bisa ke theater atau ngelive secara leluasa. Bandingin aja sama mereka yang sebulan bisa sampe 4-5 kali theater. Kalo gue pengen gitu ya mesti nabung paling ga 3 bulan.

     Selanjutnya, gue juga tau kalo banyak fans JKT48 yang kreatif. Kalo sering lihat di youtube atau soundcloud pasti pada tau Rookie Boom, OakTheory, Trio Wira – Diaz – Patudu, Om Rangga Pranendra, Duo Vienda Billy, UniQly dan masih banyak lagi. Tau kan lagu-lagu JKT48 yang mereka cover? It’s amazing! Gue selalu terpukau sama karya-karya mereka. Mereka menyampaikan lagu-lagu JKT48 secara luar biasa. Bahkan jika harus lebay, gue mesti bilang kalo OakTheory itu Secondhand Serenade versi Indonesia. Selain lagu cover, gue juga sempet nonton short movie dari Fireworks kalo ga salah. Judulnya, “Kembang Api untuk Lidya”. Itu juga keren banget! Bikin gue terinspirasi juga buat bikin short movie “3 Hari Della” kemaren.

     Dan yang paling menyenangkan adalah, temen gue jadi banyak. Buktinya pas gue ke Jakarta disambut dengan baik sama temen-temen yang gue kenal di dunia maya.

     Ya, ini penilaian gue dari kacamata gue sendiri. Karena gue memandang fans dari apa yang mereka buat untuk idolnya, bukan materi apa yang dihabiskan untuk mengejar idolnya. Kurang lebihnya begitu lah. Gue kurang tau kalo oknum-oknum yang sering bikin ribut di fandom ini, kalo pun ada gue juga Cuma nyimak. Gue ga pengen terlalu terbawa fanatisme yang terlalu tinggi. Kalo mengidolakan sesuatu bisa menimbulkan inspirasi, kenapa ga dicoba diungkapkan lewat sebuah karya? Bukankah itu lebih bermanfaat? Bukankah itu bisa memberi kepuasan? Oke, sekian artikel sok tau gue. Kalo ada hati yang patah, jangan ditangisin. Kalo ada kata yang salah, tolong dimaafin. Saya Arienovich, selamat siang!

No comments:

Post a Comment