
Menjadi fans JKT48? Apa untungnya? Entahlah.
Awalnya gue lebih tertarik kepada salah satu membernya, bukan JKT48 secara
keseluruhan. Makin lama gue ngikutin, makin kerasa juga lagu-lagunya enak. Ya,
meskipun ada aja yang mencibir. Bilang liriknya aneh, sampai bilang lagunya Cuma
translate-an dari sister groupnya. Tapi apa salahnya? Lhawong itu juga legal?
Lanjut ke keuntungan yang gue dapet
setelah ngikutin JKT48. Yang paling deket aja, gue jadi bisa ikut fandom atau
fanbase lah istilahnya di kota gue sendiri. Ya awalnya sih Cuma pengen
kumpul-kumpul aja, tapi lama-lama kita juga bisa berkarya. Salah satunya bikin
short movie. Ya, sebagai fans yang jauh gue Cuma bisa mantengin dari layar televisi,
layar laptop, atau layar handphone. Gue ga bisa ke theater atau ngelive secara
leluasa. Bandingin aja sama mereka yang sebulan bisa sampe 4-5 kali theater. Kalo
gue pengen gitu ya mesti nabung paling ga 3 bulan.
Selanjutnya, gue juga tau kalo banyak fans
JKT48 yang kreatif. Kalo sering lihat di youtube atau soundcloud pasti pada tau
Rookie Boom, OakTheory, Trio Wira – Diaz – Patudu, Om Rangga Pranendra, Duo
Vienda Billy, UniQly dan masih banyak lagi. Tau kan lagu-lagu JKT48 yang mereka
cover? It’s amazing! Gue selalu terpukau sama karya-karya mereka. Mereka menyampaikan
lagu-lagu JKT48 secara luar biasa. Bahkan jika harus lebay, gue mesti bilang
kalo OakTheory itu Secondhand Serenade versi Indonesia. Selain lagu cover, gue
juga sempet nonton short movie dari Fireworks kalo ga salah. Judulnya, “Kembang
Api untuk Lidya”. Itu juga keren banget! Bikin gue terinspirasi juga buat bikin
short movie “3 Hari Della” kemaren.
Dan yang paling menyenangkan adalah, temen
gue jadi banyak. Buktinya pas gue ke Jakarta disambut dengan baik sama
temen-temen yang gue kenal di dunia maya.
Ya, ini penilaian gue dari kacamata gue
sendiri. Karena gue memandang fans dari apa
yang mereka buat untuk idolnya, bukan materi apa yang dihabiskan untuk mengejar
idolnya. Kurang lebihnya begitu lah. Gue kurang tau kalo oknum-oknum yang
sering bikin ribut di fandom ini, kalo pun ada gue juga Cuma nyimak. Gue ga
pengen terlalu terbawa fanatisme yang terlalu tinggi. Kalo mengidolakan sesuatu
bisa menimbulkan inspirasi, kenapa ga dicoba diungkapkan lewat sebuah karya? Bukankah
itu lebih bermanfaat? Bukankah itu bisa memberi kepuasan? Oke, sekian artikel
sok tau gue. Kalo ada hati yang patah, jangan ditangisin. Kalo ada kata yang
salah, tolong dimaafin. Saya Arienovich, selamat siang!
No comments:
Post a Comment