Pernah ga sih lo ngerasa jatuh cinta kepada seseorang, lalu akhirnya lo patah hati. Tak berapa lama lo jatuh cinta lebih dalam lagi ke orang yang sama, kemudian patah hati. Pernah? Ya. Itu yang saat gue rasa.
Entah kenapa semudah ini gue patah hati, sementara untuk jatuh cinta mungkin butuh waktu lama. Gue sangat jarang ngerasa jatuh cinta.
Malam itu gue dalam keadaan sedang kerja. Entah kenapa gue ngerasa ada yang mengganggu konsentrasi gue. Kemudian gue ambil handphone, kirim teks "kangen" ke seseorang. Sesimpel itu, tanpa harap dan siap patah hati kembali. Hasilnya pun sudah tertebak, gue ngerasa patah hati lagi malam itu.
Terkadang gue pengen protes terhadap waktu, seakan takdir ini emang ga pernah adil terhadap gue. Nasib baik ga pernah berpihak. Namun apa yang bisa gue lakuin? Gue menghardik Tuhan atas apa segala yang telah terjadi? Mana mungkin gue segila itu? Hingga akhirnya gue bisa berdamai dengan diri gue sendiri. Gue mencoba buat lupa. Seperti halnya gue jatuh cinta, bangkit dari keterpurukan tak lebih mudah dari pada gue ngerasa patah hati. Gue masih tenggelam dalam kubangan kelam.
Baiknya, orang yang gue cinta tak pernah benar-benar meninggalkan gue sendirian. Dan gue emang ga pernah berniat buat membenci dia. Dia terlalu sabar untuk terus gue panggil sayang. Sampai pada akhirnya gue makin bisa berdamai dengan hati, gue cuma nitip salam, "jangan pernah salah pilih pasangan, karena gue bakal jadi salah satu orang pertama yang marah kalau lo patah hati." Iya. Selama ini gue rela patah hati demi cinta untuk dia, jika ada yang menyakiti dia sama aja makin buat gue patah hati kan? Semoga bahagia ya dengan pilihanmu. Gue ga bakal berusaha ngelakuin hal yang buruk, karena semesta telah bekerja dengan semestinya. Tugasku hanya tinggal mencintaimu dengan apa adanya.
Salam sayang dari aku yang selalu berdoa yang terbaik untuk kamu. Arie.
No comments:
Post a Comment