Pages

Monday, October 7, 2019

Namanya Febi Komaril

Febi Komaril.
Nama yang belakangan ini sering aku sebut baik dalam kehidupan nyataku atau kehidupanku di sosial media manapun. Aku sadar betul jika sudah ada rasa yang salah sebenarnya di sini, tapi biarlah. Toh, aku menikmati kebahagiaan ini.

Mungkin aku belum terlalu lama tahu siapa kamu. Setahun terakhir aku hanya tahu namamu karena timeline di Twitterku masih banyak fans JKT48 aktif. Tapi, tanpa ada niatan sedikitpun aku ingin melihat seperti apa foto Febi Komaril itu.

Waktu "cuti"-ku dari menjadi fans JKT48 cukup panjang. Terakhir aku benar-benar merasakan hype JKT48 di awal generasi 3 di mana masih ada tim merah dan putih. Saat itu aku mempunyai oshi bernama Anggie. Namun, setelah Anggie memutuskan pergi, aku tak pernah benar-benar menikmati menjadi fans JKT48 lagi. Benar, aku masih punya oshi yang aku dukung dari tahun 2012, Sendy Ariani. Akan tetapi rasa bosan dan kecewa ditinggal Anggie hanya buatku sekedar lewat saja. Dan akhirnya aku benar-benar berhenti di tahun 2016.

Hingga tiba saatnya di bulan Juli 2019 aku mencoba menonton JKT48 kembali. Cerita ini pernah aku ceritakan di artikel sebelum ini, mungkin bisa dicek di sana karena fokus di sini akan lebih ke bagaimana aku bisa jadi "Febi banget".

Langsung ke tanggal 14 Agustus 2019. Hari di mana aku pertama kali melihat Pajama Drive oleh generasi baru JKT48. Awalnya hanya ingin melihat dan kebetulan saat itu lumayan penasaran sama Rifa. Tapi siapa sangka, di tengah setlist yang super nostalgic ini aku malah terus fokus ke member bernama Febi Komaril. Benar-benar seperti jatuh cinta pada pandangan pertama.

Seusai theater, aku langsung menyapa Febi di Twitter, "Salam kenal dari aku". Seketika langsung aku follow akun Twitter-nya. Namun aku belum mendeklarasikan diri sebagai Febi Oshi. Lambat laun berjalan, aku makin menikmati setiap tweet dan foto yang dia tampilkan. Aku merasa satu frekuensi soal selera humor dengan dia.

Cara-cara yang pernah aku lakukan untuk menemui Febi mulai dari theater, padahal baru dua kali nonton full show dan sekali sebagai back dancer. Lalu sewaktu acara Jak Japan Matsuri aku menyempatkan hadir pukul 12 siang, padahal jam 3 sore aku mesti kerja. Dan seperti yang kita tahu, jarak tempuh Depok-Jakarta itu lumayan lama untuk akhir pekan. Hingga beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk ikut handshake event di Gedung SMESCO Pancoran.

Tidak banyak tiket yang aku beli sebenarnya. Hanya 4 tiket yg untuk sesi 1 dan 4 untuk sesi 7. Ada cerita lain yang lumayan bikin kalut hari itu, sebelum berangkat aku dapat panggilan dari tempat kerja ada sedikit pekerjaan yang harus aku pegang di mana akhirnya aku harus pulang di sesi 4. Syukurnya, jam 4 sore pekerjaan sudah selesai. Artinya aku bisa mengejar untuk sesi 7. PR selanjutnya adalah macetnya akhir pekan sepanjang Tapos, Depok hingga ke Pancoran. Ada pengalaman unik juga sepanjang perjalanan ini. Aku sempat hampir menabrak mobil yang tiba-tiba berhenti. Aku yang dalam kecepatan lumayan tinggi dalam memacu motor jadi terkejut saat itu. Dengan pertimbangan jalanan lumayan sepi, aku memilih untuk banting setir ke kiri daripada memaksakan menggunakan rem. Saat posisi benar-benar dekat, aku menggunakan lengan kananku untuk mendorong motor agar posisi menjauh dari mobil dengan memanfaatkan body mobil di mana akhirnya ada suara "BRAK" lumayan keras perpaduan lengan kananku dengan body mobil. Dirasa-rasa lumayan sakit juga lenganku saat itu, namun kalau diingat saat selesai menjalani sesi 7, rasa sakit pun hilang seketika.

Kesanku terhadap Febi saat handshake, dia punya fan service yang luar biasa. Obrolan kami jauh dari template, bahkan dia memberi wejangan untuk tidak marah-marah. Heran, padahal anda ya yang tukang gas. Febi adalah pribadi yang menyenangkan, itu pula yang pernah aku sampaikan ke salah satu orang terdekat Febi. Tau siapa, Bi?

Teruntuk Febi, ada banyak harap yang aku simpan buat kamu. Semoga kamu bisa perlahan-lahan membuatnya nyata satu persatu ya. Amin. Tetap jadi Febi Komaril yang ramah, jenaka dan menyenangkan. Tanpa kamu sadari, kamu sudah jadi bagian dari bahagianya hari-hari aku. Untuk video yang kamu tanyakan, secepatnya pasti aku buat. Aku tidak ingin membuat video yang sembarangan untuk orang yang luar biasa dan menginspirasi hidupku ini.

Terima kasih, Febi. Salam sayang dari aku.
Arie.

No comments:

Post a Comment