Pages

Friday, May 22, 2020

Merayakan Perpisahan dengan Duka

Belum sempat secara langsung menyapa, belum sempat pula saling berkenalan. Namun kamu sudah berhasil membuatku merasa patah hati. Eriena Kartika Dewi, jahat!

Sore itu aku sedang pergi, saat pulang ke rumah aku coba cek handphone-ku. Notifikasi lebih banyak dari sebelumnya. Aku coba buka mulai dari Whatsapp, aku pikir ada supervisi penting di pekerjaanku. Tapi aku tertarik membuka pesan yang berisi takbir, ALLAHUAKBAR, dengan keseluruhan huruf kapital. Layaknya tertusuk pedang saat perang dalam keadaan belum siap bertempur, aku lemas seketika membaca kabar jika Eriena Kartika Dewi mengundurkan diri dari JKT48. Awalnya aku mencoba biasa, namun ternyata sulit. Selalu terbayang-bayang kata-kata perpisahan itu. Aku belum ikhlas.

Eriena Kartika Dewi. Terima kasih telah menjadi idola yang baik selama ini. Terima kasih telah memberi senyum. Terima kasih telah mengajariku ilmu ikhlas meskipun dalam keadaan terpaksa seperti ini. Aku belum rela, tapi aku menghormati keputusan kamu. Tapi kamu tahu tidak jika aku di sini patah hati? Memang, selama ininaku tidak terlalu menunjukkan diri sebagai penggemarmu, tapi aku adalah pengagum talenta yang kamu miliki.

Eriena Kartika Dewi. Aku sempat menulis sebuah cerita terinspirasi dari dirimu berjudul "Kupu-Kupu Biru". Mungkin itu juga isyarat dari kamu. Layaknya kupu-kupu, berawal dari sebuah kepompong lalu menjadi kupu-kupu yang anggun. Namun tidak bisa aku lihat terlalu lama.

Eriena Kartika Dewi. Mungkin kita akan sulit atau bahkan tidak akan berjumpa lagi. Semoga kamu selalu sehat, sukses dan selalu bertanggung jawab atas semua keputusan kamu.

Aku rindu.
Salam sayang, Arienovs.

1 comment: