"Kamu makin cantik!"
Begitulah reaksi gue pertama kali ketika kembali bertemu dengan gadis itu. Ya, malam tadi gue nyoba wujudin apa yang selama ini gue sesalin. Gue ngajak dia ketemuan tadi malam. Entah kenapa gue jadi salah tingkah terus. Kayanya sih dia juga gitu.
Gue buka obrolan garing gue dengan dia. Sepanjang bualan-bualan konyol gue, dia terus senyum dan tertawa.Gue galau juga jadinya. Dalam hati gue masih naruh perasaan yang kaya sumur (baca: dalam) buat dia. Kalau lihat orang yang disayang ketawa lepas karena kita berhasil menghibur gimana sih rasanya? Seneng kan? Gue seneng sih, cuma jadi galau. :(
Obrolan dilanjutin dengan mencoba bernostalgia. Mundur ke 2 tahun yang lalu, saat pertama kali gue kenal dia. Di situ kita saling menceritakan rasa kita masing-masing. Mulai gue yang mulai jujur sama dia, hingga dia yang sebenernya juga "MUNGKIN" mau sama gue. Tapi di situ juga gue baru tau kalo yang suka dia ternyata banyak dan cinta gue ga kesampaian karena dia bilang gue kurang cepet. FAAKK! Dan saat itu juga gue ceritain kalau sebenernya gue juga udah mempersiapkan acara pernyataan cinta. Tapi ya itu. Gue terlambat. :(
Karena gue ga pengen menyesal, akhirnya gue kuat-kuatin buat ngomong kalau gue masih suka sama dia, masih sayang. Dan gue ga ngarep dia kasih jawaban, karena pasti dia juga ga mau kalau gue langsung kasih hadiah berupa "LONG DISTANCE RELATIONSHIP", itu juga kalau dia mau sih. Setidaknya gue ngomongin apa yang perlu gue omongin yang udah tertunda 2 tahun buat dia. Doh, Jodoh. Pffttt...
Setidaknya malam tadi gue bisa melepas rindu sama dia, ya meskipun akhirnya gue jadi pengen deket-deket sama dia lagi. Dengan gitu juga gue juga tau kalau cokelat yang dulu (banget) gue kasih buat dia jadi sebuah semacam barang berharga buat dia. Kata dia sih, banyak yang kasih dia cokelat. Tapi cuma yang dari gue yang dia makan sendiri. Dan kemasannya dia simpan. Jadi saat itu gue yang ga peka atau dia yang ga kasih kode buat gue biar cepet-cepet? Entahlah. Yang gue rasain sekarang adalah galau, gemes, panas, dingin dan pengen teriak-teriak. Andai saja. Gue banyak kecocokan sama dia, semisal cara berimajinasi yang sama. Faktanya, banyak kecocokan ga menjamin 2 rasa bisa saling bersatu.
Sekian lah bualan dari saya. Terima kasih sudah ikut galau. Terima kasih untuk malam yang hangat, malam yang akan selalu gue rindu. I'll Miss U, Viannovich. :')
No comments:
Post a Comment