Hari ini sebenarnya aku sedang tidak ada jadwal libur, tetapi karena ada suatu hal, hari liburku ditunda jadi hari ini. Saat bangun pagi, aku bingung mau ke Balai Kartini atau ngga. Ya, meskipun Chibi nyuruh aku buat datang. Iya, ke acara JKT48 yang sudah berkurang candunya itu. Anyway, Chibi alias Anisa ini teman jauhku yang udah kaya adikku sendiri.
Hari beranjak siang, aku mencoba keluar rumah buat nyari makan. Si Chibi mention di twitter lagi biar aku datang ke Balai Kartini. Niatku tak seberapa buat nembus panas siang ini. Maaf lho, Bi.
Saat mention Chibi aku cuekkin, aku buka Line. Ada chat dari oknum yang bikin aku hari ini jadi Bucin Wannabe. Tau Bucin? Budak Cinta. Allah. Simpel saja buat ngeruntuhin batu di hatiku, "HS ga?", dan aku jawabnya: "Iya, ini mau ke situ." Aku seperti hilang kontrol, langsung tancap gas ke Balai Kartini. It's magic.
Sampai Balai Kartini, aku cuma lihat-lihat aja. Sekilas aku lihat "oknum" ini juga. Cuma aku pura-pura ga ngelihat. Ya Allah, rasanya salting itu kaya gini ya? Meskipun aku udah lama suka sama "oknum" ini, tapi rasanya masih sama aja. Masih awkward saat bertemu. Aku tidak pandai menyembunyikan perasaan.
Sampai akhirnya aku ketemu dengan rombongan Kak Cello. Aku dikasih 1 tiket Sendy. Kemudian ngantri deh di depan bilik. Tak disangka, si "oknum" datang. Aku ajak salaman, dan aku lupa lepasin tangannya sampai akhirnya dicela Kak Cello. Aku kenapa, Ya Allah? Kemudian ada sedikit obrolan basa-basi alias aku tak tau mau nanya apa karena saking gugupnya, hingga akhirnya dia pergi ke bilik oshinya.
Sekarang ijinkanku bercerita tentang kisah salamanku dengan Sendy.
Jadi.... "Nah, ini. Kemarin-kemarin ke mana aja ga hensek?" Baru jawab dikit waktu sudah habis, pas ngeloyor pergi diteriakkin buat beli lagi. Yaelah, ini tiket gratisan, Buk. Lagian udah sold out. Wiwikwiwikwiwik. Eh, itu mah ketawanya Kak Cello.
Keluar dari area HS, aku nyamperin si "oknum" tadi. Pura-pura kuat aja aku mah, padahal mah udah kaya kardus basah ini perasaan. Ngobrol bentar, yang penting gesrek braaayyy...
Setelah itu, aku pamit ke Kak Cello buat pulang duluan. Sama si "oknum" juga pamit sih. Aduh, jadi kangen lagi.
Kurang lebihnya gitu sih ceritaku jadi Bucin hari ini. Ya, meskipun kisah perjalanan cinta searah pun tak mengapa. Karena ini seperti di artikelku sebelumnya, meskipun kita ga ada ikatan, tapi dia tetap ngehargain perasaanku. Karena cinta yang terbaik bukan yang harus termiliki. Dan maaf lagi kalau kebaikanmu cuma kubalas rindu.
No comments:
Post a Comment